Esports

Gagal Lolos ke One Esports Singapore Major 2021, BOOM Esports Resmi Depak “Drew”

Dika Afandi N

Posted on March 5th 2021


BOOM Esports sudah dipastikan gagal lolos ke One Esports DOTA 2 Singapore Major 20201. Imbas kegagalan tersebut, tim berjuluk Hungry Beast itu melakukan perombakan pada roster-nya. Salah satu pemain carry-nya yakni Andrew “Drew” Halim akhirnya resmi berpisah dengan BOOM Esports.

Kepastian hengkangnya “Drew” dari roster DOTA 2 BOOM Esports ini disampaikan melalui official akun Twitter mereka pada Kamis (4/3).

Andrew “Drew” Halim sendiri bergabung dengan BOOM Esports pada awal Januari lalu setelah Hungry Beast harus kehilangan pemain andalannya, Randy “Dreamocel” Sapoetra pada Desember 2020. Namun, “Drew” gagal membawa BOOM Esports Berjaya di upper division DOTA 2 Pro Circuit (DPC) South East Asia.

Sebelumnya posisi “Drew” telah digantikan oleh pemain sewaan “23savage” di laga terakhir BOOM Esports saat bermain di DPC SEA. Akan tetapi, akhirnya “23savage” saat ini sudah bergabung dengan T1 yang telah memastikan lolos ke One Esports Singapore Major 2021.

Perubahan ini membuat BOOM Esports menjadi tim ketiga di upper division South East Asia yang melakukan perombakan roster, menyusul keputusan T1 yang melepas Souliya “JaCkky” Khoomphetsavong dan TNC Predator yang melepas “Febby” dan “kpii”.

Krusialnya season kedua dari liga regional mendatang menjadi alasan banyak tim melakukan perombakan skuad untuk menjadi yang terbaik. Selain itu alasan lainnya juga karena salah satu turnamen terbesar di kancah DOTA 2 yaitu The International 10 tidak akan ada kualifikasi terbuka.

Jika sebuah tim tidak termasuk dalam peringkat 12 besar dalam hal perolehan poin di Dota Pro Circuit (DPC), satu-satunya harapan untuk bisa lolos ke The International 10 adalah melalui kualifikasi regional yang terdiri dari tim-tim yang tersisa di setiap Liga Regional dan hanya satu slot per region yang berhak lolos.

The International 10 sendiri menjadi ajang paling bergengsi di DOTA 2 karena turnamen tersebut menghadirkan prizepool terbesar sepanjang jarah esports, yaitu senilai 40 juta US dollar atau senilai 587 miliar rupiah. (*)

 

Related Articles
Esports
Terlibat Match Fixing, Valve Banned Omega Esports di Scene DOTA 2

Esports
Jelang DPC SEA, BOOM Esports Gaet “Tino”

Esports
"Inyourdream" Umumkan Positif Covid-19