Tech

Kenalin Lucid Motors, Pesaing Tesla yang Dikembangkan Mantan Anak Buah Elon Musk

Jingga Irawan

Posted on March 4th 2021

Teslarati

Pesaing Tesla semakin bertambah. Jajaran pembuat mobil mewah seperti Porsche, Audi, General Motors sudah membayangi langkah Elon Musk. Kini, muncul kekuatan baru datang dari Lucid Motors. 

Lucid Motors dipimpin oleh mantan anak buah Elon Musk, Peter Rawlinson. Ia merupakan sosok penting di balik kesuksesan Tesla Model S yang diluncurkan 2012. Rawlinson dulu menjabat sebagai vice president engineering di Tesla. Kabarnya dalam masa pengembangan, Lucid bakal mengikuti pedoman Tesla dalam hal manufaktur, teknologi, penjualan, dealer, dan layanan.

Peter Rawlinson

Lucid Air merupakan EV bergaya sedan mewah yang rencananya bakal diluncurkan oleh Lucid Motors tahun ini. Kendaraan tersebut kabarnya juga dirancang oleh Rawlinson. Rawlinson mengklaim Air akan menjadi EV tercepat di dunia. Keyakinannya itu sama seperti saat ia meluncurkan Model S milik Tesla beberapa tahun lalu. Jadi, Tesla patutnya waspada mengenai ambisi Lucid menghasilkan produk EV terdepan.

Berikut adalah perbandingan antara Lucid dan Tesla yang perlu kamu ketahui:

Manufaktur

Tidak seperti beberapa perusahaan kendaraan listrik baru, Lucid berencana memproduksi semua kendaraannya sendiri. Persis seperti yang dilakukan Tesla dalam masa ini. Proses manufaktur yang dilakukan Lucid menggunakan strategi integrasi vertikal.

"Fakta sederhananya adalah bahwa manufaktur. Dan memastikan kualitas produk kami benar. Terlalu berharga, terlalu kritis, suatu kegiatan tersebut untuk dipercayakan kepada pihak ketiga. Kita harus mengendalikan takdir kita sendiri," kata Rawlinson dikutip dari CNBC.

Namun, tidak seperti Tesla, Lucid sedang membangun pabrik mobil "greenfield" baru di Arizona dengan biaya miliaran dolar. Sementara dulu, ketika Tesla memulai perakitan kendaraannya sendiri, Tesla mengambil alih pabrik NUMMI yang pernah menjadi rumah produksi bagi General Motors dan Toyota Motor di California. Kemudian NUMMI berganti nama menjadi Tesla Factory.

Mitra

Lucid membuat kesepakatan dengan LG Chem untuk memasok sel baterai. Bagian ini adalah yang paling mahal dari semua kendaraan listrik. Baterai tersebut rencananya digunakan untuk sedan Lucid Air-nya. Selanjutnya, perusahaan akan segera mengumumkan pemasok tambahan di masa mendatang.

Sementara Tesla sudah memiliki kesepakatan dengan Panasonic, Samsung, LG dan CATL untuk pasokan sel baterai dan produksi Powerwall, sebuah perangkat penyimpanan energi baterai lithium yang dapat diisi ulang buatan Tesla, Inc. Powerwall dapat menggantikan sumber listrik instalasi rumah tangga.

Lucid sebenarnya juga berencana memproduksi penyimpanan energi, seperti Powerwall. Hanya saja belum memiliki kesempatan untuk menjalankan bisnis tenaga surya layaknya Tesla yang mengakuisisi SolarCity pada 2016.

Untuk tingkat produksi, Lucid berharap dapat membuat lebih dari 500 ribu kendaraan per tahun pada 2030. Sementara, Tesla ‘mungkin’ bisa memproduksi sebanyak 20 juta kendaraan listrik sebelum 2030. Tahun lalu saja, Tesla memproduksi 509.737 kendaraan listrik di tengah Pandemi Covid-19.

Harga

Rawlinson mengharapkan Lucid Air menjadi pemimpin untuk jajaran kendaraan serba listrik di masa depan. Termasuk SUV-nya yang mulai diproduksi pada awal 2023, serta dapat menjadi kendaraan yang lebih terjangkau di masa mendatang.

Sebagai permulaan, Lucid berencana untuk menjual Air versi kelas atas, edisi Dream, seharga USD 169.000. Selanjutnya, Lucid diharapkan menawarkan Air mulai dari USD 77.400, yang akan bersaing langsung dengan beberapa model Tesla pada 2022 mendatang.

Sebagai perbandingan, Tesla menjual sedan Model S-nya seharga USD 79.990 untuk model dasar dan USD 139.990 untuk versi kelas atas.

Pengisian daya EV

Lucid tidak memiliki rencana untuk membangun dan mengoperasikan jaringan EV charging-nya seperti yang dilakukan Tesla dengan Supercharger-nya.

Tesla Supercharger

Alih-alih membangun infrastruktur pengisian kendaraan sendiri, Lucid telah bermitra dengan Electrify America milik Volkswagen, yang diharapkan memiliki yang berada di 800 titik lokasi dengan sekitar 3.500 stasiun pengisi daya pada akhir tahun ini.

Sementara, Tesla saat ini mengoperasikan lebih dari 20 ribu Supercharger-nya secara global. Namun, seperti halnya Tesla, Lucid juga menawarkan perangkat pengisi daya di rumah masing-masing kepada pelanggan.

Teknologi self-driving

Dalam hal pengembangan teknologi self-driving, Lucid mengatakan bahwa sedan Air miliknya menggunakan Light Detection and Ranging (LIDAR) dalam rangkaian sensornya untuk sistem bantuan pengemudi yang canggih. Selain itu, perusahaan mengharapkan teknologi tersebut menjadi "tolok ukur baru" untuk industri otomotif.

Banyak ahli di bidang sistem otonom percaya bahwa LIDAR sangat penting untuk membuat mobil benar-benar tanpa pengemudi.

Sebagaimana dilaporkan CNBC, Alih-alih menggunakan LIDAR, sistem drive-assist Tesla dan fitur self-driving-nya hanya mengandalkan sejumlah kamera onboard dan sensor radar. Rawlinson percaya pilihan Tesla tersebut adalah sebuah kesalahan.

Meskipun demikian, Tesla menjual automated driving systems kelas premium dan canggih untuk kendaraannya seharga USD 10.000. Serta dipasarkan sebagai ‘Full Self Driving’. Padahal, fitur tersebut tidak memungkinkan pengendara benar-benar melepas kemudi dan pengawasan, seperti dilansir dari CNBC.

Tapi, FSD milik Tesla dapat mengaktifkan fitur di luar standar Autopilot. Termasuk navigasi cerdas, perubahan jalur otomatis, dan Smart Summon. Dengan Smart Summon, pengemudi dapat memanggil mobilnya keluar dari tempat parkir menggunakan ponsel seperti remote control. (*) 

Related Articles
Tech
Pakar: Saingan Terbesar Tesla Bakal Datang dari Tiongkok

Tech
Tesla Bakal Rilis Mobil Listrik Rp 356 Juta Tanpa Setir Pada 2023

Tech
Elon Musk Segera Buka Stasiun Supercharger Tesla untuk EV Merek Lain