Tech

Mengapa Jarang Lihat Kreator Tiongkok di TikTok? Padahal Aplikasinya dari Sana

Ada alasan logis di balik fenomena menarik ini.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on March 3rd 2021


(Foto: The Conversation)

Siapa sih yang nggak tahu TikTok? Pasti semua kenal dong. Aplikasi video singkat satu ini memang jadi gamechanger di dunia media sosial. Segala hal yang viral sering banget berawal dari aplikasi asal Tiongkok ini. Mulai dari challenge viral sampai kejadian kontroversial yang dialami influencer—semuanya ada.

Walaupun berasal dari Tiongkok, pernah berpikir gak sih kenapa di TikTok jarang sekali kita temui kreator yang berasal dari negara tersebut? Seringnya hanya dari negara kita sendiri atau negara-negara barat. Hayo, sadar nggak?

Sebenarnya ada alasan menarik yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Baik Douyin maupun TikTok dibuat oleh perusahaan yang sama yaitu ByteDance. Dilansir dari Insider, cikal bakal dua aplikasi tersebut adalah Douyin. Aplikasi tersebut meledak di negara tirai bambu pada 2016. ByteDance tentunya pengin melebarkan sayap ke kancah internasional, maka dibuatlah aplikasi yang sama dengan nama TikTok pada 2017.

Saat itu Musical.ly, aplikasi lipsync, lagi booming banget. Biar TikTok nggak tersaingi, ByteDance membeli dan menggabungkan Musical.ly dengan TikTok pada 2018. Sudah deh, TikTok jadi bersinar hingga sekarang.

Nah, kenapa kok ByteDance harus memisahkan antara Douyin dan TikTok? Padahal secara aplikasinya sama aja kan? Jadi, sebenarnya Douyin dan TikTok itu persis sama (Douyin fiturnya bahkan lebih lengkap) namun berada di server yang berbeda. Ini karena Tiongkok punya regulasi konten dan sensor yang ketat.

Dilansir dari akun TikTok @oneteamedia, regulasi konten tersebut melarang adanya konten tidak mendidik seperti konten yang menyinggung hal-hal seksual. Walaupun tidak disampaikan secara eksplisit, video yang mengandung hal tersebut akan langsung diblokir karena dianggap dapat berdampak buruk pada pengguna Douyin yang mayoritas remaja.

Bisa dibilang Douyin khusus dibuat untuk masyarakat Tiongkok, baik untuk kreator maupun penontonnnya. Masyarakat negara tersebut tidak bisa mengunduh TikTok di negara mereka, hanya bisa menggunakan Douyin.

Nah, kalau masyarakat yang nggak berasal dari Tiongkok, sebenarnya juga nggak bisa menggunakan Douyin. Bisa sih, tapi nggak disarankan karena jalur unduhnya gak legal. Beberapa pengguna hybrid (TikTok dan Douyin) menyebut Douyin bisa dibilang "versi premiumnya TikTok" karena fitur dan kontennya yang lebih menarik. TikTok itu versi "lebih rendah" dan regulasinya "nggak seketat" Douyin.(*)

Related Articles
Tech
TikTok Versi Tiongkok Batasi Akses Pengguna di Bawah 14 Tahun

Tech
Instagram Akui Reels Masih Kalah dengan TikTok, Belum Bisa Bikin Tren Booming

Tech
Donald Trump Setujui Kesepakatan Oracle-TikTok untuk Dirikan "TikTok Global"