Tech

Hati-Hati! Data Pengguna SuperVPN, ChatVPN dan GeckoVPN Telah Dicuri

Jingga Irawan

Posted on March 3rd 2021

VPN (Virtual Private Network) berguna untuk membuat jalur aman antara perangkat pengguna dengan jaringan lalu lintas internet. Di Indonesia, layanan VPN umumnya digunakan untuk mengakses situs yang telah diblokir oleh pemerintah. Karena, pada dasarnya server VPN mampu menyamarkan lokasi dan aktivitas online kalian nih guys. So, ‘KATANYA’ privasi kalian bakal terjamin.

Jika kalian search di Google, bakal banyak banget layanan VPN gratis dan bebas di download. Dengan begini, kalian lebih mudah untuk menggunakan VPN.

Tapi sebenarnya, nggak semua layanan penyedia VPN itu aman lho. Aplikasi yang berjanji untuk “melindungi privasi dan membuat pengguna tetap aman" ternyata justru kebalikannya.

Sebagaimana diwartakan oleh Forbes, tim peneliti di CyberNews menemukan seseorang di forum peretas tersohor menjual tiga basis data, yang berisi kredensial pengguna beserta data perangkat yang ‘dicuri’ dari tiga layanan VPN populer berbeda. Di antaranya, SuperVPN, salah satu yang paling populer di Google Play (100 juta unduhan) GeckoVPN (10 juta unduhan) dan ChatVPN (50 ribu unduhan).

Cybernews

Menurut CyberNews, sekitar 21 juta pengguna dengan data yang mencakup nama, alamat email, nama pengguna, pembayaran dan bahkan detail perangkat pengguna telah dijual. Para peneliti juga mengklaim data tersebut mencakup log-akses dengan alamat IP lengkap.

“Perlu juga disebutkan, bahwa ada setidaknya enam aplikasi lain yang mirip dengan SuperVPN, dengan deskripsi dan logo yang identik dari pembuat yang berbeda di Google Play Store,” kata pihak CyberNews kepada Forbes, dikutip pada Rabu, (3/3).

Ini bukan pertama kalinya terdapat masalah pada VPN populer. Tahun lalu, SuperVPN dituduh menyembunyikan spyware berbahaya. Hingga akhirnya dihapus dari deretan aplikasi di Google Playstore. Peringatan tentang SuperVPN telah muncul sejak tahun 2016. Namun, sekarang aplikasi tersebut tersedia kembali. Hingga membuat pengamat teknologi heran.

Data yang tersimpan dalam database VPN memang rentan untuk dicuri. Apalagi, pengembang aplikasi biasanya meninggalkan jejak database default yang digunakan di aplikasinya.

Jika kalian ingin memasang VPN, pastikan untuk memilih aplikasi dari pengembang terkenal. Jangan lupa untuk membaca ulasan di luar Google Playstore. Karena biasanya ulasan tersebut rawan dimanipulasi. Pastikan tidak pernah ada masalah keamanan pengguna dari aplikasi tersebut melalui pemberitaan media. Terakhir, hindari aplikasi gratis.

Yang berbayar saja berbahaya apalagi gratis, ya kan… (*)

 

Related Articles
Tech
Awas Spyware Incar Datamu, Lakukan 5 Langkah Ini Agar Terlindungi

Tech
Malware Baru di Android Intai Data di 377 Aplikasi, Bisa Curi Data Perbankan

Current Issues
Kelompok Hacker ‘Hafnium’ Berusaha Retas Jaringan Email Milik Microsoft