Lifestyle

Revenge Bedtime Procrastination, Alasan Susah Tidur di Malam Hari

Pasti banyak nih yang merasakan kondisi ini.

Kezia Kevina Harmoko

Posted on March 2nd 2021

(Foto: syarifahbrit via Freepik)

Kamu pernah sudah berada di tempat tidur, badan capek, tapi merasa nggak bisa berhenti scroll ponsel? Padahal malam sudah makin larut—bahkan hari sudah berganti. Kalau saat pagi hingga sore sebelumnya kamu sibuk melakukan sesuatu, bisa jadi kamu lagi mengalami yang namanya Revenge Bedtime Procrastination.

Apa itu Revenge Bedtime Procrastination?

RBP adalah kondisi di mana kita mengorbankan waktu malam--yang seharusnya untuk tidur demi melakukan sesuatu yang menyenangkan. Bisa hanya sekadar scrolling timeline Instagram atau TikTok, ikut war di linimasa Twitter, main games, dan kegiatan lain yang pokoknya menyenangkan.

Kondisi ini terjadi karena ketika pagi hingga sore hari kita merasa tidak punya kontrol terhadap hidup kita. Harus sekolah, marathon belajar, atau bekerja. Malam hari menjadi satu-satunya momen untuk”mencuri kembali“ waktu yang ”seharunya menjadi milik kita“. Balas dendam gitu deh, mangkanya ada kata ”revenge“ di nama kondisinya.

Kalau hanya satu atau dua jam buat refreshing mungkin wajar. Masalahnya, RBP merujuk ke kondisi di mana kita sampai kekurangan tidur dan mengakibatkan tubuh kurang fit keesokan harinya. Mental, fisik, dan emosi jadi kurang stabil gara-gara kurang tidur.

Apa penyebab Revenge Bedtime Procrastination?

Dilansir dari SleepFoundation, kemungkinan penyebab dari kondisi ini masih diperdebatkan. Namun, ada beberapa yang dinilai paling cocok.

Yang pertama adalah teori bahwa self-control kita di malam hari memang rendah (karena lelah seharian) sehingga sulit untuk berhenti melakukan hal yang bikin kita menunda tidur. Kegiatan kita saat pagi hingga sore hari juga bisa mengurangi self-control kita di malam hari lho. Jadi, kita lebih susah mengendalikan diri saat malam hari deh.

Selain itu, RBP juga diduga terjadi karena sistem tidur (chronotype) seseorang yang berbeda-beda. Ada yang produktif di malam hari alias ”night owls“ atau yang produktif saat pagi alias “early birds”. Di luar itu, stres yang tidak tertangani juga bisa jadi penyebab dari RBP.

Cara melawan Revenge Bedtime Procrastination

Jelas kekurangan tidur bisa berpengaruh pada kesehatan, terutama dalam jangka panjang. Kamu bisa merasa sehat setelah begadang berhari-hari demi tugas, tapi badan nggak bisa dibohongi. Kekurangan tidur dapat menurunkan kemampuan berpikir, mengingat, dan pengambilan keputusan.

Emosi juga lebih gak stabil kalau kurang tidur, bikin mode senggol-bacok kamu menyala. Kondisi tidur ini juga dipercaya bisa mengarah ke depresi dan gangguan kecemasan.

Untuk melawan RBP, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

1. Punya waktu istirahat yang konsisten. Nggak harus mematok jam, tapi kisaran waktunya. Kalau lagi libur, tetap pertahankan jam tidur kamu.

2. Hindari kafein atau alkohol saat siang hingga malam hari (alasannya jelas kenapa).

3. Berhenti menggunakan gadget minimal setengah jam sebelum tidur. Kalau bisa, ganti kegiatan yang berkaitan dengan gadget dengan kegiatan relaksasi seperti meditasi, sedikit stretching, atau baca buku (jangan yang terlalu seru, nanti malah begadang buat menyelesaikan buku).

4. Jangan ”lunasi utang tidur“. Kalau kamu pikir kekurangan tidur di malam hari bisa diganti di waktu lain, itu salah besar. Apa yang terjadi, ya sudah terjadi. Tubuh kita punya irama sirkadian, ritme untuk setiap waktu mulai dari pagi hingga malam hari. Tidur di siang hari—waktu yang bukan seharusnya untuk tidur—malah mengganggu kerja tubuh yang lain.

Nah, itu dia sekilas tentang Revenge Bedtime Procrastination. Buat kamu yang suka melek pas malam hari, yuk mulai latihan buat tidur teratur.

Related Articles
Lifestyle
6 Langkah Menghadapi Tekanan Akademis biar Tetap Bisa Tampil Maksimal

Lifestyle
Nocturnal Panic Attack, Serangan Panik yang Bikin Ketakutan dan Tidur Terganggu

Lifestyle
Suka Sakit Kepala Habis Bangun Tidur? Perhatikan Kamu Tidur Seberapa Lama