Entertainment

Taylor Swift Kecam Netflix karena Candaan Seksis di Serial ‘Ginny & Georgia’

Kezia Kevina Harmoko

Posted on March 2nd 2021

Taylor Swift (Foto: Getty)

Taylor Swift terlihat sudah malas banget kehidupan pribadinya dijadikan lelucon. Melalui twitnya pada Senin (1/3) malam tadi, penyanyi tersebut menyebut candaan di serial Ginny & Georgia yang menyebut nama dirinya adalah lelucon yang seksis dan meremehkan perempuan.

Terdapat sebuah kalimat dalam serial drama tersebut yang dianggap sebagai lucu-lucuan yang gagal menghibur. Si tokoh utama--Ginny Miller dan sang ibu—Georgia diceritakan sedang berdebat tentang hubungan romantis. Pas ditanya sudah putus atau belum sama si pacar, Ginny menjawab, “Kenapa peduli? Ibu gonta-ganti pacar lebih cepat dari Taylor Swift.“

Pemilik album Folklore dan Evermore tersebut langsung mengetwit untuk menyuarakan perasaannya. Pelantun Willow yang sudah cukup lama menjalin hubungan dengan Joe Alwyn itu menyebut leluconnya ”sangat ketinggalan zaman“ dan ”sangat seksis“.

”Bagaimana kalau kita berhenti meremehkan wanita yang bekerja keras dengan tidak lagi menganggap lelucon seperti ini lucu. Dan lagi, @netflix setelah merilis Miss Americana, tindakan ini terlihat berlawanan. Selamat Bulan Sejarah Wanita, kurasa,” lanjut Taylor melalui twitnya.

Tangkapan layar twit @taylorswift13

Selain serial tersebut, kalimat yang bikin Swifties marah berasal dari serial Degrassi: Next Class yang berbunyi, ”Taylor Swift membangun kariernya dari sederet mantannya.“

Pelantun Love Story ini memang punya sekitar delapan mantan selama hidupnya. Kalau dilihat secara jumlah, sepertinya ini bukan jumlah yang wow banget untuk seseorang yang berusia 31 tahun. Wajar lah. Memang beberapa dari mantannya itu diduga menginspirasi karya Taylor, seperti Taylor Lautner jadi lagu Back to December, Jake Gyllenhaal buat lagu We Are Never Ever Getting Back Together, sampai Tom Hiddleston untuk Getaway Car.

Alasan lelucon scene Netflix tersebut dianggap seksis adalah karena kalimat tersebut bernada merendahkan perempuan. Jumlah mantan bukan penentu kualitas diri seseorang—dan bukan urusan orang lain juga.

Pada 2014, Taylor sempat mengungkapkan pada Time tentang kekesalannya pada padangan seksisme untuk karya musiknya. Banyak yang menyebut ia hanya membuat lagu tentang mantan-mantannya. Ia berkata bahwa nggak ada yang mempermasalahkan penyanyi pria seperti Ed Sheeran atau Bruno Mars ketika mereka bikin lagu tentang mantan. Kenapa kalau penyanyi perempuan malah jadi masalah?

Di wawancaranya dengan Buzzfeed pada 2015, artis yang sempat digugat oleh taman hiburan bernama Evermore ini juga berkata, ”Kalau laki-laki menulis tentang perasan terpuruk, ia akan dianggap pemberani. Kalau perempuan menulis hal yang sama, ia akan dianggap berlebihan.“

Menanggapi twit Taylor Swift, Swifties langsung meramaikan linimasa dengan kalimat ”RESPECT TAYLOR SWIFT“. Walaupun banyak yang membela, banyak juga yang mencap Taylor sebagai orang yang berlebihan dan kekanak-kanakan.

Seksisme itu nggak pernah lucu. Jangan dijadikan bahan candaan, siapapun orangnya. (*)

Artikel Terkait
Entertainment
Ini 10 Daftar Serial dan Film Dokumenter Terbaik di Netflix

Entertainment
Olivia Rodrigo Balas Kritik Seksis yang Sebut Lagunya Cuma Soal Percintaan Receh

Entertainment
Baik Banget! Taylor Swift Sumbang Rp 455 Juta Untuk Biaya Kuliah Pelajar Ini