Current Issues

Kelangkaan Pasokan Komponen Mobil Listrik Mulai Terjadi

Jingga Irawan

Posted on February 28th 2021

Berbagai persoalan muncul ketika ledakan penggunaan dan produksi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) Boom terjadi. Salah satunya persoalannya terkait dengan rantai pasokan komponen.

Saat ini sejumlah pabrikan kendaraan yang memproduksi EV sedang kekuarangan chip komputer semikondutor. Bahkan, Presiden Joe Biden turun tangan dengan menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan untuk mengatasi kekurangan chip karena dinilai telah menjadi komponen penting pembuatan mobil.

Dilansir dari Carbuzz, pada Minggu (28/2), fenomena kelangkaan ini menyebabkan kekacauan dalam beberapa perusahaan di industri otomotif. Sehingga memaksa produsen seperti Ford, General Motors, dan Tesla memangkas bahkan menghentikan sementara produksi kendaraaan listriknya.

General Motors terpaksa menghentikan produksi di pabriknya di Kansas, tempat pembuatan Cadillac XT4. Sementara, pabrik perakitan Cami di Kanada yang merakit Chevy Equinox dan pabrik San Luis Potosi di Meksiko juga ditutup. Pabrik Ford di Kentucky yang merakit Ford Expedition, Escape, Lincoln Corsair dan Navigator juga ditutup.

Saat ini, sebagian besar chip komputer semikonduktor di mobil yang menggerakkan sistem infotainment dan driver assistant diproduksi oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing. Perusahaan tersebut sedang "berjuang" memenuhi permintaan dari hampir seluruh produsen otomotif dunia.

Nah, CEO Ford Jim Farley risau masalah berikutnya bakal terjadi sebagai dampak dari EV Boom. Yakni kelangkaan pasokan baterai. Selama panggilan konferensi online, CEO Ford Jim Farley meminta AS perlu mengurangi ketergantungannya pada baterai buatan negara-negara Asia untuk menghindari kelangkaan dan masalah pasokan baterai. Ia tidak ingin terjadi masalah seperti kekurangan chip komputer semikonduktor yang sedang melanda dunia saat ini.

"Kami perlu membawa produksi baterai skala besar ke AS, dan kami akan berbicara dengan pemerintah tentang itu. Kami tidak bisa mengambil risiko seperti (apa yang terjadi) pada chip sekarang dengan Taiwan. Itu sangat penting,” kata Farley dikutip dari Carbuzz.

Sama seperti kebanyakan produsen mobil lainnya, Ford juga dalam waktu dekat bakal meluncurkan kendaraan listrik andalannya. Salah satu EV Ford yang bakal diluncurkan tahun depan adalah Ford F-150 Electric Pickup Truck. Kendaraan tersebut digadang bakal menggunakan baterai dari SK Innovation Korea.

Sebagaimana dilaporkan oleh Carbuzz, perjalanannya menggunakan baterai milik SK Innovation tidak mulus-mulus saja. Ford telah menghadapi kemunduran kerja sama dengan pemasok baterai asal Korea Selatan tersebut.

Hal ini disebabkan SK Innovation kalah dalam sengketa hukum mengenai HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dengan perusahaan saingannya LG Chem. Akibatnya, SK Innovation tidak diizinkan mengimpor baterai ke AS selama sepuluh tahun, tetapi masih dapat mengimpor komponen untuk empat tahun ke depan yang bakal digunakan pada plug-in F-150 Electric Pick Up Truck.

Farley khawatir jika permasalahan mengenai pasokan baterai bakal mengganggu produksi EV. Terlebih, berbagai perusahaan mobil di AS saat ini sedang giat-giatnya untuk berinovasi dalam kendaraan listrik, semenjak Presiden Joe Biden mendukung penggunaan kendaraan listrik.

"Ini adalah peluang multi-solusi yang sangat besar. Untuk pemain lama, kami harus berurusan dengan masalah ketenagakerjaan kami, banyak sumber produksi yang penting bagi kami,” lanjut Farley.

Meskipun Ford mengakui pentingnya pembuatan baterai di Amerika Serikat, bukan berarti Ford tertarik untuk membuat produksi baterainya sendiri. Mantan CEO Ford Jim Hackett mengatakan pada tahun lalu bahwa tidak masuk akal bagi pembuat mobil untuk membuat pabrik baterainya sendiri.(*)

Artikel Terkait
Tech
Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun

Tech
Ford Produksi Sel Baterai Kendaraan Listrik Bareng Produsen Korea Selatan

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik