Current Issues

Jika Sekolah Buka, CDC Sarankan Jendela Dibuka Agar Turunkan Penularan Covid-19

Dwiwa

Posted on February 27th 2021

Vaksinasi massal yang sudah mulai dilakukan sejak beberapa bulan lalu di berbagai belahan dunia. Hal itu membuat banyak orang semakin optimis kehidupan akan segera kembali normal. Harapan agar sekolah dibuka kembali pun semakin tinggi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga telah merilis pedoman baru pada pertengahan Februari lalu jika memang sekolah akan dibuka kembali. Dan pada Jumat (26/2), CDC merilis rekomendasi baru tentang pentingnya ventilasi yang baik untuk mengurangi penularan di sekolah.

"Jika aman untuk melakukannya, bukalah jendela dan pintu,” saran CDC seperti dilansir dari CNN. “Bahkan hanya dengan membuka jendela atau pintu membantu meningkatkan aliran udara, yang membantu mengurangi potensi konsentrasi partikel virus di udara. Jika terlalu dingin atau panas, sesuaikan termostat.”

Meski begitu, CDC memberikan catatan jika membuka jendela dan pintu tidak disarankan seandainya ada risiko keamanan dan kesehatan yang mungkin terjadi. Misalnya terjatuh, terpapar suhu ekstrim, atau memicu gejala asma.

Hal yang sama juga berlaku untuk bus. CDC menyebut kendaraan transportasi harus dibuka jendelanya. Semakin banyak jendela yang bisa dibuka akan semakin baik, bahkan jendela yang retak bisa membantu.

Dalam rilis terbarunya, CDC mengatakan jika penggunaan masker memang dapat mencegah virus beredar di udara. Tetapi ventilasi yang baik juga sangat penting.

"Gunakan kipas yang aman untuk anak-anak guna meningkatkan efektivitas dari membuka jendela. Pasang kipas di jendela untuk mengeluarkan udara yang berpotensi terkontaminasi dan membawa udara baru dari jendela dan pintu yang lain," tambahnya.

Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk mengadakan kegiatan, kelas, atau makan siang di luar ruangan. Pedoman baru ini juga menyarankan penggunan sistem heating, ventilation and air conditioning (HVAC) di sekolah agar lebih banyak udara dari luar ruangan yang dibawa masuk.

CDC pun menyarankan untuk mempertimbangkan penggunaan pembersih udara portabel yang menggunakan filter high-efficiency particulate air (HEPA) untuk meningkatkan pembersihan udara jika memungkinkan, terutama di area berisiko tinggi seperti kantor perawat atau ruang isolasi.

Selain itu, lampu ultaviolet yang dipasang dengan benar akan membantu. Tapi, syaratnya lampu ultraviolet itu harus dipasang dengan sangat tinggi. Setinggi langit-langit.

Menurut CDC, ultraviolet germicidal irradiation (UVGI) bisa menjadi opsi jika ada keterbatasan dalam meningkatkan ventilasi dan filtrasi. Tetapi ini harus dikonsultasikan dengan profesional.

Ventilasi yang buruk akan menyebabkan partikel virus dapat menumpuk dalam udara ruang kelas, kafetaria atau lorong. Ini berpotensi membuat penyebaran Covid-19 jadi lebih mudah. Para ahli pun telah sepakat jika udara segar adalah hal penting dalam menghadapi pandemi Covid-19.(*)

Related Articles
Current Issues
Penelitian Terbaru: Jarak Antarsiswa 90 Cm Sudah Dianggap Aman

Current Issues
PTM Terbatas di Daerah PPKM Level 1-3 Mulai Digelar, Vaksinasi Remaja Dikebut

Current Issues
Siswa Kembali ke Sekolah, Bagaimana Sekolah Memenuhi Kebutuhan Mereka?