Current Issues

WHO: "Long Covid" Mungkin Memiliki Dampak Sosial dan Kesehatan yang Parah

Dwiwa

Posted on February 26th 2021

 

Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 113 juta jiwa dari seluruh dunia, menurut catatan Worldometers. Dari jumlah tersebut, 89 juta di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Namun, sebagian dari orang yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 ini mengalami gejala serius yang menetap berbulan-bulan kemudian.

Dilansir dari Reuters, para ahli kesehatan Eropa mengatakan jika ada ribuan pasien yang masih mengalami gejala serius, yang melemahkan dan menetap selama berbulan-bulan setelah infeksi awal Covid-19. Jika dibiarkan, hal tersebut dapat menimbulkan konsekuensi sosial, kesehatan, dan ekonomi yang besar. Kondisi ini belakangan sering disebut sebagai “long-Covid” atau “post-Covid syndrome”. 

Dalam publikasi laporan panduan yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) para ahli menyebut bahwa satu dari 10 pasien Covid-19 masih merasa tidak sehat 12 minggu setelah infeksi akut. Mereka banyak yang tetap bergejala dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.

"Ini adalah kondisi yang sangat melemahkan. Mereka yang mengalami penyakit ini menggambarkannya sebagai kombinasi yang bervariasi dari gejala yang tumpang tindih... (termasuk) nyeri dada dan otot, kelelahan, sesak napas... kabut otak (dan) yang lainnya,” ujar Martin McKee, profesor di European Observatory on Health Systems and Policies yang memimpin laporan.

Direktur regional WHO Eropa, Hans Kluge mengatakan jika long-Covid bisa memiliki konsekuensi sosial, ekonomi, kesehatan, dan pekerjaan yang parah. Dia juga mengatakan jika beban ini nyata dan signifikan.

Kluge mendesak agar otoritas kesehatan mau mendengarkan kekhawatiran pasien, menanggapinya dengan serius dan membangun pelayanan untuk mereka. Bukti yang berkembang dari seluruh dunia menunjukkan ada ribuan orang mengalami long-Covid.

Kondisi ini tampaknya tidak berkaitan dengan apakah seseorang mengalami infeksi yang ringan atau parah. Laporan awal dari Britain's National Institute for Health Research tahun lalu menunjukkan long-Covid mungkin bukan sebuah kondisi, tetapi beberapa sindrom yang menyebabkan berbagai gejala yang berdampak pada tubuh dan pikiran.

Kluge menekankan bahwa sebagai penyakit baru masih banyak yang tidak diketahui tentang Covid-19. Ia mengatakan pasien yang mengalami kondisi pasca-Covid harus didengarkan jika ingin memahami konsekuensi jangka panjang dan pemulihan Covid-19. "Ini adalah prioritas yang jelas untuk WHO dan semua otoritas kesehatan," ujar Kluge.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Ini Rencana WHO untuk Keluar dari Fase Darurat Pandemi

Current Issues
Post Covid Syndrome Hantui Pasien Covid-19

Current Issues
WHO: Semua Hipotesis Asal-Usul Covid-19 Masih Terbuka