Current Issues

Israel Bikin Konser Khusus Pemegang Kartu Vaksin, Inikah Hidup Normal Baru?

Dwiwa

Posted on February 25th 2021

 (Sebuah konser terbuka di Israel yang dihadiri oleh para pemegang "Green Pass". Reuters)

Israel menjadi salah satu negara di dunia yang gencar melakukan vaksinasi untuk penduduknya. Bahkan negara berpenduduk sekitar 9 juta orang ini terbilang berada di baris terdepan dalam jumlah penduduk yang telah divaksin.

Karena itu, mereka berani melangsungkan konser musik terbuka di Tel Aviv, Rabu (24/2). Ini seolah menjadi penanda kedatangan kehidupan normal baru. Sebab, yang boleh datang ke konser tersebut hanyalah orang-orang yang sudah divaksinasi atau penyintas yang memiliki kekebalan.

Dilansir dari Reuters, para peserta yang datang harus menunjukkan “Green Pass”, sertifikat yang divalidasi pemerintah yang membuktikan bahwa mereka telah menerima dua dosis vaksin lebih dari seminggu sebelum acara atau bahwa mereka telah pulih dari Covid-19 dan dianggap kebal.

Kartu ini berlaku selama enam bulan sejak seseorang mendapatkan vaksinasi secara penuh.

“Ini memberikan perlindungan, tetapi juga rasa nyaman untuk duduk diantara orang yang telah divaksin,” ujar Doron Zicher, seorang pensiunan pengusaha yang sedang bersiap untuk menonton pertunjukkan penyanyi Israel Nurit Galron di Taman Yarkon.

“Setelah setahun tinggal di rumah dalam lingkungan yang terisolasi, rasanya menyenangkan untuk keluar menghadiri pertunjukan di tempat umum dan beraktivitas,” lanjutnya.

Israel meluncurkan skema izin masuk pada akhir pekan ketika negara itu membuka kembali perekonomiannya. Hampir separuh dari penduduk Israel telah menerima satu dari dua dosis yang dibutuhkan.

Gym, kolam renang, bioskop, dan hotel juga sudah dibuka hanya untuk pemegang kartu tersebut. Begitu masuk, pembatasan ketat pada jarak sosial diberlakukan.

Program semacam itu kemungkinan akan dicermati oleh negara lain yang ingn membuka kembali bisnis mereka setelah penduduknya menjalani vaksinasi massal.

Pejabat kesehatan di Israel berharap skema tersebut akan menarik para warga yang skeptis tentang vaksin. Penelitian di Israel menunjukkan jika vaksin ini mengurangi penularan virus.

“Jika saya perlu pergi ke tempat kebudayaan yang tidak meminta green passport saya tidak akan pergi,” ujar Michal Porat. “Saya ingin tahu dan memastikan bahwa semua orang di sebelah saya sudah kebal dan divaksinasi, dan saya tidak akan mempercayai orang yang tidak.” (*)

 

Artikel Terkait
Current Issues
Mengenal Flurona, Ketika Flu dan Covid-19 Datang Bersama

Current Issues
Pemerintah Rencanakan Perlonggar Prokes Bagi yang Sudah Divaksin

Current Issues
Apakah Kehidupan Akan Normal Ketika Banyak Orang Sudah Divaksin Covid-19?