Current Issues

EV Semakin Diminati, Negara Manakah Yang Pimpin Pasar Mobil Listrik?

Jingga Irawan

Posted on February 25th 2021


Foto: Notes From Poland

Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi hampir setiap sektor industri secara global. Tidak terkecuali industri otomotif. Lantaran adanya pembatasan berjarak, pembuat dan penjual mobil mengalami penurunan keuntungan. Produksi dihentikan. Pasokan bahan terganggu. Daya beli yang berkurang juga membuat produsen kendaraan kesulitan.

Terlepas dari itu, data menunjukkan bahwa era kendaraan listrik justru cemerlang pada 2020. Dan diprediksi bakal lebih baik lagi pada 2021. IHS Markit -analis data industri- memperkirakan, tahun ini mobil listrik menguasai pasar dua kali lipat dari 2020, yakni 3,5 persen. Kemudian, pada 2025, perusahaan memprediksi 10 persen dari semua mobil yang terjual di dunia adalah EV (Electric Vehicle).

IHS Markit juga percaya perubahan besar dalam tren bakal memengaruhi pembelian. Sebab konsumen kendaraan saat ini terus menunjukkan minatnya pada EV. Kondisi itu juga didorong oleh banyaknya perusahaan mobil yang mendorong gerakan zero-emission. Ini lah alasan 2020 menjadi pintu gerbang terobosan kendaraan listrik.

Menurut pencatat data lain dari kendaraan ramah lingkungan, EV-Volumes, penjualan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Baterry Electric Vehicle (BEV) 2020 diperkirakan sebanyak 3,24 juta unit (belum semua detail dilaporkan). Jumlah ini tentu meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 2,26 juta unit.

Eropa Kalahkan Tiongkok dalam Penjualan EV, AS Tertinggal Jauh

Dilansir dari Techhq, Eropa saat ini memimpin penjualan EV. Lebih khusus, Norwegia adalah negara yang menunjukkan minat positif pada kendaraan listrik dengan memiliki 75 persen pangsa pasar untuk EV. Angka tersebut termasuk yang tertinggi di Eropa. Setelah Norwegia, Jerman, Islandia, Swedia dan Finlandia juga menyusul di belakangnya. Hal ini membuktikan bahwa adopsi kendaraan listrik di Eropa sangat cepat.

Dari Januari hingga Desember 2020, sekitar 141 ribu unit mobil listrik penumpang terjual di Norwegia. Sementara itu, sebanyak 105 ribu mobil listrik terdaftar di negara itu di tahun yang sama. Salah satu merek mobil listrik paling populer di Negara Skandinavia adalah Tesla, yang berasal dari Amerika Serikat.

Sementara itu, penelitian lain oleh Canalys menunjukkan Tiongkok juga menjadi pasar besar untuk mobil listrik. Sebanyak 1,3 juta kendaraan listrik (EV) terjual di Negeri Tirai Bambu. Besarnya angka tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah Tiongkok juga telah mendukung transisi penggunaan mobil listrik.

Jumlah 1,3 juta unit EV yang dijual di Tiongkok pada 2020 mewakili 41 persen dari penjualan EV global. Posisi Tiongkok ini tepat di belakang Eropa dengan 42 persen dari penjualan EV global, dengan 1,4 juta unit. Meskipun demikian, Tiongkok masih jauh di depan AS untuk pangsa pasar EV. Amerika Serikat hanya mewakili penjualan EV sebesar 2,4 persen pada 2020.

Bagaimana dengan di Indonesia? Sepertinya, kendaraan listrik di Indonesia masih sebatas banyak digunakan untuk ebike. Belum ke kendaraan-kendaraan utama seperti mobil atau sepeda motor. Iya kan? (*)

Related Articles
Tech
Beralih ke Listrik, Mulai 2035 VW Setop Jual Mobil Berbahan Bakar Fosil di Eropa

Current Issues
Elon Musk Tiba-Tiba Puji Produsen EV Tiongkok, Ada Apa Nih?

Tech
Tesla Bakal Rilis Mobil Listrik Rp 356 Juta Tanpa Setir Pada 2023