Current Issues

Data Inggris: Satu Dosis Vaksin Sudah Bisa Turunkan Risiko Keparahan Covid-19

Dwiwa

Posted on February 23rd 2021

 

Vaksin Covid-19 yang digunakan di Inggris tampaknya bisa mengurangi tingkat keparahan jika seseorang terpapar. Setelah sunikan pertama risiko seseorang untuk dirawat di rumah sakit akibat virus corona menurun drastis. Hal ini berdasarkan data baru yang didapat dari Skotlandia.

Dilansir dari Insider, temuan yang dipublikasikan Senin (22/2) ini menjadi hasil penelitian yang pertama kali mengukur tingkat rawat inap terkait dengan penggunaan vaksin secara riil. 

Data tersebut menganasilis catatan kesehatan 5,4 juta orang – hampir seluruh penduduk Skotlandia- dari 8 Desember sampai 15 Februari. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1,1 juta menerima satu dosis vaksin yang dikembangkan Pfizer-BioNTech atau yang dikembangkan AstraZeneca-Universitas Oxford.

Para ilmuwan menemukan bahwa mereka yang menerima vaksin secara signifikan lebih kecil kemungkinan untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan mereka yang tidak. Melihat perlindungan secara keseluruhan, studi memperkirakan jika penurunan gabungan mencapai 84 persen empat minggu setelah menerima satu suntikan.

Jika diuraikan, empat minggu setelah suntikan satu dosis Pfizer-BioNTech, risiko seseorang dirawat inap akibat Covid-19 adalah 85 persen lebih kecil dibanding yang tidak divaksin. Sedangkan vaksin AstraZeneca disebut memiliki penurunan risiko lebih besar. Yakni 94 persen. 

Para ilmuwan mengukur efek vaksin setiap minggu setelah menerima dosis pertama. Mereka menemukan efek vaksin terkuat pada minggu keempat setelah inokulasi. Efek vaksin dirasakan paling tinggi pada umur 18 sampai 64 tahun. Namun dalam kelompok usia tersebut, hanya mereka yang memenuhi syarat rentan secara klinis yang dapat menerima vaksin.

Sedangkan mereka yang berusia di atas 80 tahun, yang berada pada risiko paling tinggi Covid-19, vaksin menunjukkan penurunan gabungan 81 persen dalam risiko rawat inap setelah empat minggu.

Para ilmuwan menggambarkannya sebagai studi pertama yang mengamati efek vaksin terkait rawat inap di seluruh negara tersebut.

Data dari vaksinasi Israel sebelumnya menemukan vaksin Pfizer-BioNTech berkaitan dengan penurunan 94 persen dalam kasus simptomatik di antara mereka yang sudah mendapat dua dosis vaksin. 

Ilmuwan utama Aziz Sheik dari Universitas Edinburgh mengatakan bukti terbaru memberi mereka alasan yang bagus untuk optimis pada masa depan. 

Studi ini diterbitkan sebagai pracetak sebelum dilakukan peninjauan oleh rekan-rekan sejawat. (*)

 

Related Articles
Current Issues
Inggris Teliti Kombinasi Penggunaan Dosis Dari Dua Vaksin Covid-19 yang Berbeda

Current Issues
Ini Risiko dan Efek Samping yang Mungkin Dialami Saat Vaksinasi Covid-19

Current Issues
Ini Hal yang Perlu Kalian Ketahui Soal Vaksin Covid-19 dan Kapan Harus Divaksin