Interest

Reels Terbaik untuk Promosi Brand, TikTok Terbaik untuk Cari Hiburan

Jingga Irawan

Posted on February 23rd 2021

Tahun lalu, Instagram memperkenalkan fitur anyar video pendeknya bernama Reels, yang dinilai siap saingi TikTok. Fitur tersebut memungkinkan penggunanya merekam dan mengedit video selama 15 detik.

Reels pertama kali diperkenalkan di Brasil, dan kini telah rilis di 50 negara. Meskipun dinilai saling bersaing, Reels dan TikTok secara tidak sengaja memiliki peminat yang berbeda lho gengs.

Dilansir dari Forbes, sebuah agensi pemasaran influencer, Markerly, baru-baru ini menganalisis postingan dari 80 influencer dan 10 brand di TikTok maupun Instagram. Mereka menemukan bahwa Reels saat ini adalah tempat terbaik untuk promosi brand, sedangkan TikTok tetap menjadi tempat terbaik untuk influencer dan kehidupan selebriti.

Menurut penelitian tersebut, selebriti atau influencer mendapat hampir dua kali lipat likes dan engagement di TikTok dibandingkan dengan Reels. Sementara itu, brand seperti NBA menunjukkan bahwa postingannya menerima sekitar 63 ribu likes di TikTok dan 425 ribu likes di Reels.

Menurut Markerly, Reels menerima engagement yang lebih tinggi untuk brand karena kehadiran industri tersebut di Instagram lebih lama dibandingkan dengan TikTok yang hype baru beberapa tahun terakhir.

TikTok terkenal karena konten menyenangkan dan kreatif yang dibuat oleh orang sungguhan. Jadi tidak mengherankan jika orang kreatif lebih diminati dibandingkan brand. Penggemar TikTok hadir untuk melihat tarian, lagu, dan lelucon, bukan menyaksikan konten bermerek yang mencolok,” kata Justin Kline, salah satu pendiri Markerly.

Selain ukuran audiens di setiap platform, usia pengguna juga mempengaruhi minat. Sebagian besar pengguna TikTok aktif adalah Gen Z, dengan kelompok usia 10 hingga 24 tahun. Usia ini adalah generasi yang tumbuh dengan budaya influencer, jadi masuk akal jika mereka lebih senang terlibat dengan hiburan daripada brand besar. Sementara, pengguna dominan Instagram adalah usia 25-34 tahun.

Jauh lebih mudah bagi influencer untuk viral hanya mengikuti tren tarian atau challenge. Sementara, akan lebih sulit menyesuaikan konten brand dalam platform yang mengedepankan tren tertentu. Ini berarti, pembuat konten brand harus bisa menyesuaikan strategi yang tepat di berbagai platform.

Konten TikTok memang lebih mudah viral. Karena para penggunanya juga menyukai fitur berbagi lebih cepat. So, TikTok merupakan tempat yang ideal untuk “mempengaruhi seseorang” berdasarkan konten dan kampanye influencer. Jadi, ada baiknya mengolaborasikan keduanya (brand dan influencer).

Brand yang ingin membangun kehadiran promosinya di TikTok sebaiknya mencari brand ambassador dari seorang selebitri atau influencer untuk diajak bekerja sama di platform.

Namun hal ini bukan berarti Reels lebih buruk dari TikTok lho gengs, fitur yang dirilis Agustus 2020 itu juga sangat penting untuk brand, karena platform tersebut dibuat di Instagram, yang mana jauh lebih kuat secara audiens maupun minat.  Namun, tetap saja, brand harus menyesuaikan postingan iklan agar lebih menarik perhatian.(*)

Related Articles
Interest
Cara Membuat Masker Kain Tanpa Jahit ala Influencer Brittany Xavier

Interest
Ikutan Tren Bikin Dalgona Coffee? Nih Dia 3 Tips Anti Gagal, Sudah Teruji!

Interest
Tiga TikToker Melawan, Pemblokiran Tahap Dua di AS Ditunda