Current Issues

Gandeng Ilmuwan, Elon Musk Teliti Antibodi 4.300 Karyawan SpaceX

Dwiwa

Posted on February 22nd 2021

(Yichuan Cao/Getty Images via Insider)

Perusahaan eksplorasi luar angkasa milik Elon Musk, SpaceX, menggunakan karyawannya untuk penelitian antibodi Covid-19. The Wall Street Journal melaporkan, pada Sabtu (20/2) bahwa hasil penelitian itu dipublikasikan dalam makalah peer-reviewed yang ada di Nature Communication.

Dilansir dari Insider, makalah itu mencantumkan Elon Musk sebagai co-author. Dalam makalah itu disebutkan data diperoleh dari 4.300 karyawan SpaceX yang mendaftar untuk memberikan sampel darah bulanan agar mereka dapat diuji antibodi.

Musk dan eksekutif medis top SpaceX, Anil Menon menggandeng dokter dan akademisi untuk merancang penelitian tersebut. Studi itu menggunakan data yang ada sepanjang April hingga Juni 2020. Namun saat ini pengujian regulernya masih terus berlangsung. 

Studi ini mendapatkan beberapa informasi menarik. Bermanfaat untuk memahami bagaimana Covid-19 bekerja, dan apakah sejumlah antibodi dapat memberikan tingkat kekebalan.

Ada temuan menarik dalam penelitian itu. Ternyata, orang yang memiliki gejala Covid-19 ringan mengembangkan lebih sedikit antibodi. Artinya, mereka cenderung tidak memiliki kekebalan jangka panjang. Oleh sebab itu mereka dapat terinfeksi kembali.

Hasil itu didapat para peneliti setelah mengamati beberapa contoh infeksi berulang pada pekerja yang sebelumnya dinyatakan memiliki jumlah antibodi yang rendah.

"Orang dapat memiliki antibodi, tetapi itu tidak berarti mereka akan kebal," kata Dr Galit Alter, salah satu co-author dan profesor kedokteran di Harvard Medical School kepada Journal. "Tapi, kabar baiknya adalah sebagian besar vaksin dapat menginduksi tingkat antibodi jauh lebih tinggi daripada sebelumnya,” imbuhnya.

Para ilmuwan sampai sekarang masih meneliti apakah terpapar Covid-19 dalam skala yang cukup parah dapat memberikan kekebalan yang abadi.

Dr Alter mengatakan kepada Journal bahwa Elon Musk memiliki ketertarikan secara pribadi dengan penelitian ini. Elon Musk meminta penulis penelitian menjelaskan kepada dirinya dan eksekutif SpaceX bagaiamana vaksin dan antibodi bekerja.

SpaceX menggunakan kembali fasilitas medis yang telah dibangun sebelum pandemi dan merekrut pekerja sementara dari rumah sakit terdekat untuk membantu mengambil darah relawan. Dari 4.300 relawan, 120 orang yang dites positif Covid-19 diperiksa darahnya dengan cermat untuk melihat berapa banyak antibodi yang dihasilkan.

Dari 120 orang tersebut, 61 persen melaporkan tidak bergejala. Sedangkan dari 120 sampel kuat tersebut, 92 persen adalah laki-laki dengan usia rata-rata 31 tahun.

Pada bulan-bulan awal pandemi, Musk berulang kali melampiaskan rasa frustasinya pada kebijakan lockdown dan menyebutnya fasis. Pada satu titik ia bahkan melanggar kebijakan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Alameda County, California. Dampaknya, beberapa karyawan Tesla kemudian dinyatakan positif Covid-19.(*)

Related Articles
Current Issues
Penelitian: Kekebalan Antibodi Pasca Covid-19 Menurun dari Waktu ke Waktu

Current Issues
Penelitian: Antibodi Pasien Sembuh dari Covid-19 Bisa Bertahan hingga Enam Bulan

Entertainment
Grimes Jelaskan Mengapa Dia dan Elon Musk Namai Anak Mereka "X Æ A-12"