Tech

Agar Mobil Listrik Murah, Hyundai Jualan Tanpa Baterai. Gantinya Sistem Sewa

Mainmain.id

Posted on February 20th 2021

Ledakan penggunaan kendaraan (EV Boom) listrik diprediksi terjadi tak lama lagi menuntut sejumlah perusahaan untuk berlomba melakukan inovasi. Hyundai yang pasti ikut dalam perlombaan itu punya ide menarik. Mereka punya rencana menjual kendaraan listrik tanpa baterai. Konsepnya baterai untuk kendaraan listrik itu dibuat sistem sewa.

Hyundai dikabarkan sudah menciptakan konsep bisnis penyewaan baterai kendaraan listrik. Tujuannya mereka bisa mengurangi biaya awal pembelian kendaraan listrik. Selain itu, mereka berharap bisa menghadirkan layanan yang memungkinkan penggunaan kembali baterai ramah lingkungan.

Bisnis ini tidak hanya dikerjakan sendirian oleh Hyundai. Pekan lalu mereka telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Korea Selatan, LG Energy Solution dan KST Mobility untuk mendemonstrasikan bisnis penyewaan baterai EV. Program ini yang terdekat dijalankan pada taksi listrik yang dikelola oleh KST Mobility. KST Mobility merupakan perusahaan yang salah satu aktivitas bisnisnya mengoperasikan taksi Macaron Taxi.

Dikutip dari situs Hyundai, MoU itu berlangsung di Pusat Litbang Namyang, Korea. Dihadiri oleh pejabat pemerintah dan perusahaan. Dari sisi pemerintah Perdana Menteri Sye-kyun Chung hadir ditemani Menteri Perdagangan, Industri dan Energi. Yun-mo Sun. Sementara itu dari Hyundai ada Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung. Ada pula Presiden Hyundai Motor Company, Young-Woon Kong dan Presiden Hyundai Glovis, Jung Hoon Kim. Presiden LG Energy Solution Jong Hyun Kim dan CEO KST Mobility Haeng Yeol Lee juga hadir.

Berdasarkan perjanjian tersebut, KST Mobility akan menjual kepemilikan baterai di kendaraan listrik yang baru saja akan mereka beli. Kepemilikan bateri listrik itu berpindah ke Hyundai Glovis. Perusahaan inilah yang nantinya bertindak sebagai penyewa baterai. 

Nah, KST Mobility kemudian membayar biaya sewa bulanan untuk penggunaan baterai. Dengan begitu, KST Mobility dapat memiliki investasi awal yang lebih rendah dalam mobil kendaraan listrik untuk taksi mereka.

Baterai yang ditukar ke Hyundai Glovis akan diisi lewat ke sistem penyimpanan energi atau energy storage systems (ESS). Agar hemat biaya, proses ini akan dilakukan tengah malam, saat tarif listrik di Korea Selatan ada di posisi paling murah. Nah, pada paginya, baterai itu bisa digunakan lagi untuk taksi KST Mobility.

Dalam model bisnis ini, Hyundai akan mengawasi keseluruhan operasi bisnis sambil menjual kendaraan listrik baterai atau battery electric vehicle (BEV) ke KST Mobility. Hyundai juga bertanggung jawab untuk memberikan garansi baterai untuk kendaraan yang mengembalikan baterai setelah habis digunakan.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel sangat mendukung proyek ini. Hyundai Motor berharap dengan konsep ini konsumen dapat membeli BEV dengan harga yang lebih murah. Sebab mereka hanya akan membayar kendaraan. Dengan murahnya kendaraan listrik, diharapkan bisa mendorong adopsi EV dan memperluas ekosistem EV.

Hyundai Motor Group berharap bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekosistem EV. Oleh karena itu mereka akan mengeksplorasi peluang bisnis serupa di seluruh dunia. Kemungkinan hal ini juga akan diterapkan di Singapura. Sebab pada November 2020 lalu Hyundai telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Bisnis dengan Grup SP untuk mempercepat adopsi EV di Singapura.(*)

Berdasarkan perjanjian tersebut, KST Mobility akan menjual kepemilikan baterai di kendaraan listrik yang baru saja akan mereka beli. Kepemilikan bateri listrik itu berpindah ke Hyundai Glovis. Perusahaan inilah yang nantinya bertindak sebagai penyewa baterai. 

Nah, KST Mobility kemudian membayar biaya sewa bulanan untuk penggunaan baterai. Dengan begitu, KST Mobility dapat memiliki investasi awal yang lebih rendah dalam mobil kendaraan listrik untuk taksi mereka.

Baterai yang ditukar ke Hyundai Glovis akan diisi lewat ke sistem penyimpanan energi atau energy storage systems (ESS). Agar hemat biaya, proses ini akan dilakukan tengah malam, saat tarif listrik di Korea Selatan ada di posisi paling murah. Nah, pada paginya, baterai itu bisa digunakan lagi untuk taksi KST Mobility.

Dalam model bisnis ini, Hyundai akan mengawasi keseluruhan operasi bisnis sambil menjual kendaraan listrik baterai atau battery electric vehicle (BEV) ke KST Mobility. Hyundai juga bertanggung jawab untuk memberikan garansi baterai untuk kendaraan yang mengembalikan baterai setelah habis digunakan.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel sangat mendukung proyek ini. Hyundai Motor berharap dengan konsep ini konsumen dapat membeli BEV dengan harga yang lebih murah. Sebab mereka hanya akan membayar kendaraan. Dengan murahnya kendaraan listrik, diharapkan bisa mendorong adopsi EV dan memperluas ekosistem EV.

Hyundai Motor Group berharap bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekosistem EV. Oleh karena itu mereka akan mengeksplorasi peluang bisnis serupa di seluruh dunia. Kemungkinan hal ini juga akan diterapkan di Singapura. Sebab pada November 2020 lalu Hyundai telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Bisnis dengan Grup SP untuk mempercepat adopsi EV di Singapura.(*)

Berdasarkan perjanjian tersebut, KST Mobility akan menjual kepemilikan baterai di kendaraan listrik yang baru saja akan mereka beli. Kepemilikan bateri listrik itu berpindah ke Hyundai Glovis. Perusahaan inilah yang nantinya bertindak sebagai penyewa baterai. 

Nah, KST Mobility kemudian membayar biaya sewa bulanan untuk penggunaan baterai. Dengan begitu, KST Mobility dapat memiliki investasi awal yang lebih rendah dalam mobil kendaraan listrik untuk taksi mereka.

Baterai yang ditukar ke Hyundai Glovis akan diisi lewat ke sistem penyimpanan energi atau energy storage systems (ESS). Agar hemat biaya, proses ini akan dilakukan tengah malam, saat tarif listrik di Korea Selatan ada di posisi paling murah. Nah, pada paginya, baterai itu bisa digunakan lagi untuk taksi KST Mobility.

Dalam model bisnis ini, Hyundai akan mengawasi keseluruhan operasi bisnis sambil menjual kendaraan listrik baterai atau battery electric vehicle (BEV) ke KST Mobility. Hyundai juga bertanggung jawab untuk memberikan garansi baterai untuk kendaraan yang mengembalikan baterai setelah habis digunakan.

Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel sangat mendukung proyek ini. Hyundai Motor berharap dengan konsep ini konsumen dapat membeli BEV dengan harga yang lebih murah. Sebab mereka hanya akan membayar kendaraan. Dengan murahnya kendaraan listrik, diharapkan bisa mendorong adopsi EV dan memperluas ekosistem EV.

Hyundai Motor Group berharap bisa menjadi ujung tombak pertumbuhan ekosistem EV. Oleh karena itu mereka akan mengeksplorasi peluang bisnis serupa di seluruh dunia. Kemungkinan hal ini juga akan diterapkan di Singapura. Sebab pada November 2020 lalu Hyundai telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Bisnis dengan Grup SP untuk mempercepat adopsi EV di Singapura.(*)

Related Articles
Tech
Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun

Tech
Wujudkan Ambisi Kuasai Pasar EV, GM Investasi Besar ke Perusahaan Lithium

Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik