Esports

Streaming Paling Banyak Ditonton, PUBG Mobile Dinobatkan Terpopuler di 2020

Dika Afandi N

Posted on February 20th 2021

Selama pandemi melanda dunia, game mobile melejit gak ada obatnya. Mereka makin populer. Stereotip bahwa game mobile hanya populer di Asia telah hancur dengan sendirinya.

Hal ini berdampak pula pada tayangan turnamen esports. Tayangan streaming turnamen esports yang mempertandingan game mobile jadi kebanjiran penonton. Hours Watched-nya jadi meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Dilansir dari Esports Charts, PUBG Mobile berhasil menduduki peringkat pertama sebagai game mobile paling populer sepanjang 2020. Hal itu berdasarkan total tayangan streaming game yang telah ditonton oleh penggemar di segala macam platform.

Pada 2020, tayangan streaming PUBG Mobile ditonton 134,5 juta jam. Dengan total durasi penayangan seluruh streaming-nya 7,8 ribu jam. Penonton tertinggi dalam tayangan streaming mereka mencapai 1,1 juta viewers. Itu terjadi ditayangan streaming turnamen PUBG Mobile World League 2020 East.

Menurut Esports Charts, yang membuat angka tontonan streaming PUBG Mobile meningkat tak lain karena belakangan game ini banyak menyelenggarakan turnamen di seluruh dunia. Salah satu yang populer adalah PUBG Mobile World League 2020.

Turnamen lain yang turut mendongkrak popularitas PUBG Mobile adalah seri PUBG Mobile Club Open atau PMCO. Peserta turnamen ini datang dari 14 negara.

PUBG Mobile Professional League atau PMPL juga disebut sebagai turnamen yang mendongkrak angka tayangan streaming. PUBG Mobile selama ini juga berupaya menjangkau komunitas pelajar lewat turnamen. Di Indonesia mereka menggelar PUBG Mobile Campus Championship. 

Escharts menyebut turnamen PUBG Mobile Campus Championship Indonesia 2020 turut menyumbang tingginya angka tontonan streaming. Tayangan streaming turnamen tersebut sempat mencapai peak-nya dengan jumlah penonton sampai 28 ribu.

Apa yang didapat PUBG Mobile ini bisa lebih besar sebenarnya, kalau saja game ini tidak diblokir di India. Sebagaimana diketahui, PUBG Mobile termasuk game paling populer di salah satu negara berpenduduk terbesar di dunia itu. 

 

Free Fire

Posisi kedua untuk game mobile populer adalah Free Fire. Pada 2020, dari sisi pertumbuhan tayangan streming, game besutan Garena ini naik dari posisi ke-3, ke posisi ke-2. Pertumbuhan streaming Free Fire yang telah ditonton atau hour watched mencapai 246 persen.

Fire Continental Series 2020 Asia menjadi turnamen paling banyak ditonton pada 2020. Puncaknya, ada 2,5 juta pemirsa. Apa yang terjadi di turnamen itu sangat mengejutkan. Sebab untuk pertama kalinya wilayah Asia mengumpulkan lebih banyak penonton, dibanding Amerika Latin, wilayah di mana Free Fire selama ini sangat populer.

Free Fire Continental Series 2020 -baik regional Asia maupun Amerika- merupakan turnamen yang menempati posisi kedua dan ketiga sebagai turnamen paling populer pada 2020. 

Popularitas Free Fire diraih tidak hanya dari turnamennya. Tapi menurut Escharts mereka terbantu juga oleh serangkaian aktivitas para streamer, terutama di Brasil. Di sana ada komunitas LOUD yang punya pengaruh besar dan sangat membantu mempopulerkan Free Fire di Amerika Latin.

 

Mobile Legends

Tentu tak mengherankan jika Mobile Legends: Bang Bang termasuk masuk kategori populer dalam hal tayangan streaming. Sebab game ini memang banyak dimainkan pengguna smartphone. Tak hanya anak-anak dan remaja, tapi juga orang tua.

Menurut statistik, Hours Watched dan Peak Viewers MLBB meningkat masing-masing sebesar 262 persen dan 114 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu yang masih mempengaruhi kepopuleran tayangan streaming MLBB adalah turnamen game ini bisa ditonton di Nimo TV dan TikTok.

Menurut Escharts, Indonesia banyak menyumbang penonton streaming MLBB. Pada 2020, penonton Indonesia paling banyak di Asia Tenggara. Masih tingginya penonton tayangan streaming MLBB juga karena turnamen game ini di tingkat regional masih tinggi. Terutama di Indonesia, Filipina, Myanmar, Singapura, dan Malaysia.

Setiap turnamen resmi MLBB season baru selalu telah memecahkan rekor penonton. Misalnya, peningkatan Puncak Pemirsa (Peak Viewers) pada Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 6 yang mencapai 68,4 persen. Itu belum termasuk statistik yang ada di Nimo TV.

MPL berhasil menjadi liga esports terpopuler kedua di Asia. Mereka hanya kalah dari liga League of Legends, LCK Korea. Capaian MLBB ini sebenarnya bisa lebih tinggi. Sebab statistik 2020 tidak termasuk M2 World Championship yang tertunda dan akhirnya digelar Januari 2021.

 

Arena of Valor

Arena of Valor menempati posisi keempat. Prestasi mereka turun. Pada 2019 lalu mereka menempati posisi pertama untuk game yang paling banyak ditonton tayangan streming-nya. 

Meskipun peringkatnya turun, tapi secara pertumbuhan penonton sebenarnya masih tinggi. Bahkan meningkat 30 persen sepanjang 2020. Kenapa secara ranking turun, kemungkinan karena turnamen game ini sepanjang 2020 berkurang. Konsekuensinya waktu penayangan streaming-nya sedikit. Dibandingkan MLBB, AoV lebih sedikit 1K dari sisi jam tayang.

Selain itu, Arena of Valor juga kurang populer di luar Asia. Di Asia, game ini hanya populer di beberapa negara, misalnya Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

Salah satu turnamen yang banyak menyumbang penonton pada 2020 adalah Arena of Valor International Championship 2020. Rekor penonton di turnamen itu memecahkan catatan 2019. Puncak penontonnya mencapai 568K. Sementara Hours Watched dari turnamen itu meningkat hampir dua kali lipat, yakni 96 persen.

 

Clash Royale

Game paling populer di urutan kelma adalah Clash Royale. Dibanding 2019, peringkat game besutan Supercell ini masih sama. Meskipun begitu, Hours Watched-nya meningkat 31,3 persen. Tapi dari sisi penonton turnamen terbesar mereka, Clash Royale League 2020, terjadi penurunan penonton hingga 18 persen, dibanding musim 2019.(*) 

Artikel Terkait
Hobi
Bukan PUBG Mobile atau MLBB, Free Fire Jadi Game Mobile Terbaik 2020

Esports
Segera Dimulai, Inilah Skema Esports PON XX Papua 2021

Esports
Ini Deretan Calon Pelatih Timnas Esports Indonesia untuk SEA Games 2021