Tech

CEO Google, Facebook, dan Twitter Bakal Dipanggil ke Kongres AS, Ada Apa?

Delima Pangaribuan

Posted on February 19th 2021

(TIME Magazine)

Maraknya misinformasi ramai diperbincangkan sejak media sosial jadi bagian hidup sehari-hari. Tapi, misinformasi itu dirasa semakin parah di tengah kondisi pandemi yang penuh ketidakpastian ini. Kongres Amerika Serikat pun mengambil tindakan dengan berusaha memecahkan masalah lewat regulasi. Mereka pun merencanakan pemanggilan sejumlah pihak.

Melansir CNET, ketiga pihak yang bakal dipanggil dalam waktu dekat itu adalah para CEO perusahaan teknologi informasi raksasa. Di antaranya Sundar Pichai (Google), Mark Zuckerberg (Facebook), dan Jack Dorsey (Twitter). Ketiganya dijadwalkan untuk ikut dalam rapat dengar pendapat dengan Kongres pada 25 Maret 2021 mendatang.

Hal utama yang ingin didengar oleh perwakilan House Committee on Energy and Commerce Amerika Serikat itu adalah terkait misinformasi dan disinformasi yang banyak beredar terkait Covid-19. Pertemuan akan dilaksanakan secara remote alias lewat sambungan virtual.

Sebelumnya, sejumlah petinggi komite tersebut menilai bahwa media sosial menjadi penyebab utama dan punya peran besar dalam penyebaran misinformasi Covid-19 di masyarakat. Termasuk teori konspirasi yang berkembang selama masa krisis kesehatan dan ekonomi.

"Mulau dari berita palsu tentang vaksin Covid-19 atau klaim kecurangan selama pemilihan umum, platfrom-platform online ini telah mengizinkan misinformasi menyebar, meningkatkan krisis nasional dan menimbulkan konsekuensi terhadap keamanan dan kesehatan publik," ungkap Chairman Energy and Commerce Committee, Frank Pallone Jr. seperti dikutip oleh CNET.

Detail rencana pertemuan virtual tersebut bakal diumumkan lebih lanjut. Hingga artikel ini ditulis, baru Google yang memberi konfirmasi ke media setempat bahwa Sundar Pichai akan hadir dalam rapat tersebut. Sementara Facebook dan Twitter belum merespon. (*)

 

Artikel Terkait
Entertainment
Selena Gomez Sudah Off dari Medsos Selama 3 Tahun, Tapi Tetap Peka sama Isu

Tech
YouTube Hapus 1 Juta Video Mengandung Informasi Salah tentang Covid-19

Tech
Twitter Kenalkan Fitur Pelaporan Baru Terkait Misinformasi Covid-19 dan Pemilu