Tech

Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?

Jingga Irawan

Posted on February 17th 2021

Ketika dunia bakal menghadapi EV Boom atau ledakan penggunaan kendaraan listrik, pernyataan besar yang mengikutinya adalah, siapa yang menang dan meraih untung dari fenomena ini?

Tesla? Memang perusahaan ini menjadi salah satu pasar terbesar EV tahun ini. Namun, dengan keberadaan Facedrive lewat Steer-nya, hal itu membuktikan bahwa ada perusahaan yang bukan produsen EV meraup keuntungan dalam perlombaan EV. Dan perusahaan tersebut memanfaatkan mobil EV seperti Tesla sebagai alatnya untuk memenangkan perlombaan.

Contoh lainnya adalah Plug Power. Perusahaan ini berencana membangun 550 ribu stasiun pengisian daya listrik di seluruh negeri. Dengan isu krisis lingkungan dan melonjaknya perbincangan tentang energi bersih, hal itu menyebabkan saham perusahaan seperti Plug Power melonjak lebih dari 1.000 persen pada 2020.

Plug Power adalah perusahaan Amerika yang bergerak dalam pengembangan sistem sel bahan bakar hidrogen untuk menggantikan baterai konvensional pada peralatan dan kendaraan yang digerakkan oleh listrik. Perusahaan ini berkantor pusat di Latham, New York, dan memiliki fasilitas pengembangan di Spokane, Washington, dan Rochester, New York.

Nah, bisa kalian bayangkan, ketika peralihan penggunaan energi ke listrik terjadi, yang berperan bukan hanya produsen kendaraan listrik, namun juga perusahaan penyewaan mobil hingga penyedia sel bahan bakar hidrogen lho. Selain dua perusahaan non produsen EV di atas, berikut adalah beberapa perusahaan produsen EV maupun non produsen EV yang populer di AS dan turut andil dalam perlombaan EV:

Tesla

Tesla adalah salah satu pasar terbesar pada 2020 dengan keuntungan luar biasa lebih dari 700 persen. Tesla menjelma menjadi salah satu saham dengan nilai tertinggi di Amerika Serikat bersama raksasa Big Tech lainnya. Untuk saat ini, Tesla dinobatkan sabagai pembuat mobil paling berharga "sepanjang masa" yang nilainya mencapai USD 800 miliar.

 

NIO

Nio disebut bakal menjadi pesaing terbesar Tesla, yang kini sudah mendominasi pasar EV di Tiongkok. Baru-baru ini perusahaan itu meluncurkan sedan listrik pertama mereka dengan baterai jarak jauh. Peluncuran itu membuat saham perusahaannya melonjak pada awal Januari.

 

Toyota

Toyota Motors adalah raksasa produsen mobil internasional yang turut andil pada transisi ke transportasi yang lebih ramah lingkungan. Faktanya, Toyota Prius adalah salah satu hibrida pertama yang diluncurkan secara besar-besaran. Mobil tersebut telah sukses besar, dan kehadirannya membantu memacu adopsi kendaraan yang lebih ramah lingkungan di tahun-tahun mendatang.

 

GM

General Motors (GM) adalah salah satu pembuat mobil yang mendapat manfaat dari peralihan teknologi berbahan bakar minyak ke EV. Pada Januari 2021, raksasa produsen otomotif itu mengumumkan bahwa mereka bakal menghentikan produksi semua kendaraan BBM, termasuk hibrida, pada 2035. GM sendiri baru saja meluncurkan 2022 Chevrolet EUV Bolt dan 2022 Chevrolet EV Bolt.

 

Blink Charging

Blink Charging adalah salah satu bagian dari kisah meledaknya produsen EV pada 2020 karena ekspansi dalam teknologi pengisian daya EV. Dengan pengisi daya yang dipasang di bandara, dealer mobil, rumah sakit, restoran, dan sekolah di seluruh negeri, Blink baru-baru ini menjadi eksis dan sahamnya melonjak 76 persen hanya dalam satu bulan.

 

Boralex Inc.

Boralex Inc. adalah perusahaan terbarukan yang berbasis di Kingsey Falls, Kanada. Perusahaan menghasilkan energi terbarukan melalui sumber angin, pembangkit listrik tenaga air, panas, dan matahari serta membantu mengalirkan daya listrik ke instalasi rumah secara global. Tidak hanya memiliki pengaruh yang besar dalam penggunaan listrik terbarukan di dalam negeri, Bolarex juga telah berkembang ke Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.(*)

Baca juga: 

"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik 

Steer Bisa Jadi Solusi Krisis Listrik Akibat Terjadinya EV Boom

 
Related Articles
Tech
"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik

Tech
Steer Bisa Jadi Solusi Krisis Listrik Akibat Terjadinya EV Boom

Tech
Berambisi Kuasai Pasar EV dan AV, General Motors Berinvestasi Rp 503 Triliun