Current Issues

Waduh! Ilmuwan Kembali Identifikasi Varian Baru Virus Corona di Inggris

Dwiwa

Posted on February 17th 2021

Para ilmuwan telah mengidentifikasi satu lagi varian baru virus corona di Inggris. Diduga, virus tersebut merupakan varian lama yang bermutasi. Varian B.1.525 mengandung perubahan genetik yang disebut E484K yang juga ditemukan pada varian Brasil dan Afrika Selatan.

Dilansir dari Sky News, Public Health England (PHE) telah mengatakan tidak ada bukti bahwa mutasi pada varian baru membuat virus lebih mudah menular atau menyebabkan keparahan.

Namun studi laboratorium menunjukkan bahwa virus dengan mutasi E484K dapat menembus pertahanan manusia, membuatnya lebih efisien dalam menghindari kekebalan alami atau kekebalan yang dipicu vaksin.

PHE mengatakan 38 kasus yang melibatkan B.1.525 telah diidentifikasi sejauh ini di Inggris, setelah sampel yang berasal dari bulan Desember dipelajari. Para ahli mengatakan varian tersebut mengalami perubahan materi genetik yang membuatnya mirip dengan varian Kent, yang merupakan virus dominan di Inggris.

B.1.525 juga telah terlihat di negara lain, termasuk Australia, Denmark, Nigeria, dan Amerika Serikat. Profesor Yvonne Doyle, direktur medis PHE, mengatakan jika pihaknya memantau data tengtang varian yang muncul dengan sangat ketat dan melakukan intervensi kesehatan yang diperlukan seperti lebih banyak pengujian dan pelacakan kontak terkait.

“Saat ini tidak ada bukti bahwa mutasi ini menyebabkan keparahan atau peningkatan penularan. Cara terbaik untuk menghentikan penularan adalah dengan mengikuti anjuran kesehatan masyarakat, mencuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak dari orang lain. Saat lockdown, penting agar orang-orang di rumah,” ujarnya.

Dr Simon Clarke, seorang profesor mikrobiologi seluler di University of Reading mengatakan kepada Guardian bahwa keberadaan mutasi E484K ditemukan pada varian Afrika Selatan untuk memberikan tingkat resistensi terhadap beberapa vaksin.

“Kami belum tahu seberapa baik varian (baru) ini akan menyebar, tetapi jika berhasil, dapat dianggap bawah kekebalan dari vaksin atau infeksi sebelumnya akan berkurang,” ujarnya. Dr Clarke mengatakan B.1.525 harus dimasukkan dalam upaya meningkatkan pengujian untuk mengambil varian yang menjadi perhatian.

“Saya pikir sampai kita tahu lebih banyak tentang varian ini, setiap varian yang membawa E484K harus menjalani lebih banyak pengujian karena tampaknya resisten terhadap kekebalan, bagaimanapun itu yang dihasilkan,” tambah Clarke.

Varian baru lain yang menjadi perhatian di Inggris termasuk varian Afrika Selatan, dengan 202 kasus, dan varian Bristol, dengan 22 kasus. Varian yang pertama kali diidentifikasi Liverpool, yang oleh PHE disebut sebagai varian dalam penyelidikan (VUI), saat ini memiliki 56 kasus.

Para ilmuwan sedang mengerjakan vaksin baru untuk menargetkan berbagai varian virus corona, beberapa di antaranya mungkin akan tersedia para musim gugur. (*)

Related Articles
Current Issues
Vaksin Moderna Klaim Dapat Berikan Perlindungan dari Varian Baru Covid-19

Current Issues
Temuan Awal di Afrika Selatan Perlihatkan Varian Omicron Lebih Ringan dari Delta

Current Issues
Omicron Tampaknya Menular Lebih Mudah, Tetapi Mungkin Tidak Sebabkan Sakit Parah