Tech

"EV Boom" Bikin Dunia Butuh Lebih Banyak Listrik

Jingga Irawan

Posted on February 17th 2021

Tahun ini diprediksi mulai terjadi ledakan kendaraan listrik. Atau istilahnya "EV (electric vehicle) Boom". Salah satu penyebabnya di antaranya kebijakan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang sangat pro kendaraan listrik. Secara jelas, Presiden AS ke 45 itu merupakan pendukung gerakan anti krisis lingkungan hidup.

Ia bahkan membawa AS kembali dalam perjanjian internasional untuk melawan emisi gas. Bahkan, Hanya seminggu setelah pelantikannya, Joe Biden berencana mengganti seluruh alat transportasi pemerintah AS dengan kendaraan listrik. Jika benar demikian, bakal ada 643 ribu kendaraan listrik yang dibeli dengan uang pemerintah.

Langkah ini juga dapat mempengaruhi negara-negara sekutu AS untuk berniat melakukan hal serupa. Wajar guys, AS kan negara super power. Kebijakan mereka selama ini kerap jadi patron negara lain termasuk dalam kebijakan penerapan kendaraan listrik. Oleh karena itu sejumlah produsen otomotif dunia pun langsung mengumumkan kebijakan strategisnya terkait mobil listrik.

Ada yang mengumumkan rencana produksi kendaraan listrik secara 100 persen. Dan tak sedikit pula yang memamerkan kemampuan dalam membuat kendaraan listrik tercanggih. Hal ini yang diprediksi akan memicu ledakan kendaraan listrik atau EV Boom.

Nah, beberapa pakar melihat fenomena ini bukan pertanda baik. Sebaliknya, EV Boom dinilai dapat menimbulkan ancaman. Presiden Toyota, Akio Toyoda, memiliki prediksi yang buruk terkait ledakan produksi EV di masa depan.

Ia menyatakan bahwa dunia mungkin tidak akan memiliki energi yang cukup untuk mendukung peralihan besar-besaran ke kendaraan listrik ini. Bahkan, ia memperkirakan Jepang sendiri bakal kehabisan listrik pada pertengahan tahun jika sekarang negara itu melarang semua kendaraan bertenaga gas.

Apalagi saat ini teknologi digital membawa kita ke kehidupan berbasis "internet of things". Di mana hal ini menghadirkan konsep smart city dan smart house yang pasti akan meningkatkan permintaan listrik secara signifikan.

Prediksi semacam itu tidak hanya dipaparkan oleh Toyoda, pemilik Tesla sekaligus mobil EV yang paling digandrungi di dunia, Elon Musk, mengatakan bahwa konsumsi listrik dunia kemungkinan akan berlipat ganda setelah EV melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, dilansir dari Yahoo Finance, Rabu (17/2).

Lebih jauh lagi, Toyoda dengan berani menegaskan model bisnis industri otomotif saat ini bakal runtuh. Yap! Pendapatnya ini bisa jadi benar gengs. Bayangkan saja, beberapa perusahaan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan satu jenis EV. Beberapa dari mereka bahkan masih berkembang dengan menghasilkan prototipe.

Produksi yang memakan waktu, persaingan harga dan kerusakan yang muncul pada mesin kendaraan sudah terlihat belakangan ini. Sehingga, perusahaan harus menarik kembali unitnya dan melakukan perbaikan ulang. Hal ini menunjukkan belum ada kapasitas yang memenuhi syarat untuk masuk dalam transisi kendaraan listrik dengan sangat cepat.(*)

Baca juga:

Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?

Steer Bisa Jadi Solusi Krisis Listrik Akibat Terjadinya EV Boom

 
Related Articles
Tech
Siapa yang Bakal Untung Maksimal Ketika Terjadi EV Boom?

Tech
Xiaomi Dikabarkan Segera Produksi Mobil Listriknya Sendiri

Tech
GM Luncurkan 2022 Bolt EUV, Berfitur Super Cruise tapi Harganya Murah