Tech

Keren! Wali Kota Miami Ingin Bayar Gaji Pegawai dengan Bitcoin

Dwiwa

Posted on February 15th 2021

Walikota Miami, Francis Suarez berencana mengubah citra kotanya sebagai surga bagi enterpreneur teknologi. Dalam upaya branding terbarunya, ia menawarkan gaji bitcoin untuk para pegawai pemerintah (PNS) di sana. Hal itu juga diikuti dengan pembayaran pajak dengan cryptocurrency.

Dilansir dari Gizmodo, pada Kamis (11/2) Suarez menyampaikan wacana terkait penggunaan bitcoin tersebut lewat akun Twitternya. Ia menyebut komisi pemerintahan kota Miami telah menyetujui resolusi yang memungkinkan adanya pembayaran gaji dengan bitcoin.

Komisi itu memberikan persetujuan dengan suara 4 banding 1. Tapi dalam persetujuannya, komisi tersebut meminta pemerintah kota Miami harus melakukan studi kelayakan, yang hal itu mengevaluasi dampak dari tujuan penggunaan bitcoin tersebut. Tujuan itu juga termasuk potensi yang memungkinkan kota untuk menginvestasikan sebagian dari pendanaannya ke dalam bitcoin.

Rencana Suarez untuk menjadikan bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran di Miami sudah lama dicanangkan. Dalam upayanya ini, Suarez juga telah menjadi pembicara reguler di acara tahunan Konferensi Bitcoin Amerika Utara di Miami.

Kebijakan Suarez itu bukan tanpa tujuan. Ia ingin membuka pintu bagi para pekerja industri di Sillicon Valley, yang selama ini terbelenggu biaya hidup tinggi. Apalagi saat pekerjaan dilakukan secara jarak jauh seperti di masa pandemi ini. Suarez juga telah mendekati petinggi Silicon Valley, seperti Eric Schmidt dan Chris Dixon untuk membantu memimpin migrasi teknologi ke kotanya. 

Menawarkan pilihan pada pegawai untuk bisa mendapatkan bayaran dengan bitcoin memang cukup masuk akal. Namun gagasan menginvestasikan anggaran kota ke dalam mata uang kripto ini masih sulit dibayangkan.

Nilai cryptocurrency mencapai titik tertinggi sepanjang masa terjadi pada 2017. Saat itu nilainya mendekati USD 19 ribu atau sekitar Rp 261 juta. Pada Januari 2019 nilainya sekitar USD 3.200 (Rp 44 juta). Beberapa hari belakangan nilainya melonjak menjadi USD 45.000 (Rp 618 juta).

Volatilitas atau kecenderungan bisa berubah semacam ini telah membuat bitcoin tidak praktis untuk digunakan sebagai mata uang. Namun sulit untuk memperdebatkan tentang keuntungan menggunakan bitcoin dalam jangka panjang.

Technoutopianism yang ada pada diri Suarez sebenarnya bukan terkait gagasan menjadikan bitcoin sebagai pembayaran gaji. Tapi ia juga baru saja mengungkapkan gagasan mendukung Elon Musk dan Boring Company-nya untuk membangun terowongan bawah tanah guna mengatasi masalah lalu lintas di Miami.

Elon Musk menawarkan pada Suarez bisa membangun terowongan untuk jalan di bawah tanah dengan cepat dan berbiaya murah. Namun ide itu mendapatkan tentangan dari banyak kritikus. Sebab kondisi Miami berbeda dengan kota-kota lain di Amerika Serikat yang selama ini sudah dijamah oleh teknologi Boring Company milik Elon Musk. Salah satu rintangan yang tidak masuk akan untuk diatasi adalah bawah tanah di Miami merupakan batu kapur.(*)

Baca juga: Elon Musk Tawarkan Bangun Terowongan di Miami dengan Biaya Rendah dan Cepat

 

Related Articles
Tech
Elon Musk Tawarkan Bangun Terowongan di Miami dengan Biaya Rendah dan Cepat

Tech
Respons Kritik, Facebook Ganti Nama Dompet Virtualnya Dari Calibra Jadi Novi

Tech
Maksimalkan Pembayaran Digital, Tesla Investasi USD 1,5 Miliar Bitcoin