Interest

Unik! Alat Musik Berusia 18.000 Tahun Ini Masih Berfungsi

Ahmad Redho Nugraha

Posted on February 14th 2021

Manusia memang sudah mengenal musik sejak era prasejarah, meskipun dalam bentuk sederhana seperti alat musik pukul dan alat musik tiup. Baru-baru ini sekelompok arkeolog kembali meneliti sebuah cangkang kerang purba yang diduga merupakan alat musik tiup tertua di dunia. Cangkang tersebut sebelumnya telah ditemukan di mulut Gua Marsoulas, French Pyreness pada 1931.

"Ini merupakan salah satu temuan penting di sepanjang karierku sebagai peneliti, bisa jadi karena ini adalah salah satu yang paling tidak terduga" ujar Gilles Tosello. Ia merupakan seorang pakar prasejarah Universitas Toulouse. Tosello turut mendampingi penulisan artikel ilmiah yang dimuat di Science Advances tersebut, Rabu (10/2) lalu. 

Alat musik tiup berbentuk cangkang kerang tersebut sebenarnya sudah ditemukan sejak 1931 silam di jalan masuk ke gua tersebut. Para pakar yang menulis tentang cangkang kerang itu di Science Advances mengatakan jika temuan arkeologis tersebut memberikan titik cerah bagi kondisi wawasan musikal kelompok manusia di masa akhir Paleolitikum.

Cangkang kerang itu diduga berasal dari spesies Charonia lampas. Cangkang kerang tersebut dinilai sebagai temuan berharga pada 1930 silam karena diduga tidak pernah mengalami modifikasi oleh manusia purba yang pernah menggunakannya.

Namun saat Tosello dan rekan-rekannya meneliti kembali kulit kerang tersebut, mereka sadar jika kulit kerang itu telah dengan sengaja diubah sedemikian rupa oleh manusia purba demi menciptakan alat musik tiup.

Temuan pertama mereka berfokus pada bagian pucuk cangkang yang tampak pecah. Mengingat pucuk cangkang adalah bagian terkeras dari cangkang tersebut, para ilmuwan menduga faktor alam sama sekali tidak mungkin menadi penyebabnya.

Para peneliti mengamati cangkang tersebut dari jarak sangat dekat menggunakan kamera khusus dan pemindai tomografi. Hasilnya, mereka menemukan lubang yang dengan sengaja dibuat pada bagian bawah pucuk cangkang hingga sedalam satu inci.

"Ini dikerjakan dengan metode teknis yang rumit, menggunakan peralatan batu yang bisa diperoleh di era Magdalenianm," terang Tosello.

Tim peneliti juga menduga jika manusia purba yang menggubah alat tersebut juga memasukkan semacam lubang tiup ke dalam cangkang tersebut, sehingga cangkang tersebut dapat menghasilkan irama musik saat ditiup.

Pengamatan lanjutan tersebut juga menemukan jika alat musik tiup itu pernah dicat dengan warna merah, menandakan jika manusia pada masa itu memperlakukan sebagai objek yang berharga.

Untuk memastikan apakah alat tersebut dapat benar-benar menghasilkan musik, tim Tosello bekerjasama dengan proesor musikologi dari Universitas Toulouse, Jean-Michael Court. Court juga dikenal sebagai pemain terompet.

Pucuk cangkang keong tersebut dipoles kembali, sehingga Court dapat meniupnya dengan aman. Hasilnya, alat itu masih menghasilkan irama musik setelah lebih dari 18.000 tahun.

Para arkeolog sudah mengetahui jika manusia purba 18.000 tahun lalu memang sudah memiliki ketertarikan terhadap musik, mengingat instrumen musik tiup lainnya seperti seruling kuno juga pernah ditemukan dengan usia yang tak jauh berbeda dari cangkang keong itu. Meski demikian, cangkang keong yan diteliti oleh Tosello dan rekan-rekannya tetap saja temuan alat musik tiup purba tertua yang pernah ditemukan.

Tosello dan rekan-rekannya berencana untuk memperdengarkan suara alat musik itu di gua tempat ia ditemukan.

"Cangkang ini telah menunggu selama 90 tahun agar kami dapat memecahkan rahasianya," ujar Tosello. "Kami akan meneruskan penelitian dengan berusaha merekonstruksi alat musik ini secara lebih lengkap, termasuk dengan lubang tiupnya, lalu merekam suaranya di pintu masuk gua Marsoulas untuk mengetahui sebarapa jauh radius suara yang bisa dihasilkan alat ini."(*)

Related Articles
Interest
Pengorbanan Nyawa Tenaga Kesehatan Demi Selamatkan Pasien Coronavirus

Interest
Banyak Pendengar, Kumpulan ‘Ceritera’ Hivi Pas Banget Sama Kisah Anak Muda

Interest
Dengerin deh: Rekomendasi Lagu Selama Social Distancing Sesuai Zodiakmu