Current Issues

Ketika Proyek Infrastruktur dan Arkeolog Bahu-Membahu Melestarikan Stonehenge

Ahmad Redho Nugraha

Posted on February 13th 2021

 

Stonehenge merupakan struktur batuan misterius buatan manusia yang saat ini maish menjadi objek penelitian bagi banyak ilmuwan, termasuk arkeolog. Meski banyak yang mengaitkan keberadaan Stonehenge dengan alien, namun dugaan para ilmuwan adalah, Stonehenge dibuat oleh manusia sekitar 4.500 hingga 5.000 tahun yang lalu, meski dengan metode konstruksi yang masih misterius.

Baru-baru ini, kelompok arkeolog Inggris menemukan kerangka tubuh seorang wanita dan seorang bayi yang terkubur tak jauh dari Stonehenge. temuan tersebut merupakan buah dari survei yang mereka lakukan pada area sepanjang 2 mil yang berada di bagian selatan Stonehenge.

Penggalian tersebut berhubungan dengan proyek pembuatan tol bawah tanah yang dicanangkan pemerintah setempat tahun lalu. Meski memberikan izin konstruksi, pemerintah memerintahkan pencarian artefak terlebih dahulu pada tanah yang akan dijadikan lokasi proyek.

Kedua kuburan kuno tersebut diduga berumur 4.500 tahun. Menurut Matt Leivers, arkeolog dari Wessex Archaeology mengungkapkan jika kedua kerangka tersebut masih berhubungan dengan manusia yang mendirikan Stonehenge.

"Susunan terluar bluestones (lingkar batu pada Stonehenge) dibangun pada masa yang sama dengan masa hidup dan mati kedua kerangka ini. Jika mereka bukan orang yang membuatnya, maka mungkin mereka memiliki hubungan keluarga dengan para pendiri Stonehenge, bahkan mungkin merupakan anak atau cucunya," tutur Lievers via Insider.

Selama ini arkeolog memang kerap menemukan kuburan, tembikar dan tulang-belulang binatang terkubur di sekitar Stonehenge.

Kerangka bayi yang ditemukan memiliki tulang telinga kecil, sementara kerangka perempuan diduga meninggal di usia 20 hingga 30 tahunan. Lievers mengatakan jika kedua kerangka tersebut termasuk ke dalam kelompok Beaker, yaitu sekelompok manusia yang menghuni Eropa sekitar 4.500 hingga 5.000 tahun yang lalu. 

Nama Beaker diambil dari jenis bejana tembikar yang terkubur di dekat mereka, yang merupakan penanda bagi identitas mereka. Kerangka bayi tersebut terkubur di dekat tembikar polos, sementara kerangka perempuan tampak berbaring melingkari sebuah tembikar berhias.

"Mungkin saja ini (tembikar) merupakan cawan upacara yang sengaja dirusak sebelum dikuburkan, atau bisa saja ujung dari alat pemukul," tulis Leivers dalam sebuah press release.

Selain kedua kerangka tersebut, para arkeolog juga menemukan dua buah pot berisi sisa-sisa objek kremasi di sekeliling Stonehenge. Mereka juga memperoleh serpihan tembikar dan perabotan bebatuan.

Stonehenge berada di Salisbury Plain, Inggris. Tanah di sekitar Stonehenge kosong dan tidak memiliki bangunan apapun, namun salah satu jalan lintas dari London menuju Barat Daya Inggris, A303 melewati struktur bangunan ini. Terowongan yang akan dibangun di dekat Stonehenge bertujuan untuk mengurai polusi suara dan bau dari lalu-lintas di jalan tersebut.

Proyek pembuatan terowongan tersebut memiliki anggaran biaya 1.7 miliar poundsterling dan konstruksinya akan dimulai pada 2023 mendatang. Selagi proyek tersebut belum dimulai, para arkeolog Wessex akan terus mencari peninggalan arkeologis apapun yang terkubur di sekitar lokasi proyek di Stonehenge.

Sebanyak 100 hingga 50 arkeolog akan diutus untuk melakukan penelitian di Stonehenge selama 18 bulan. Kuburan Beaker adalah salah satu penemuan paling awal di situs tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan rute yang paling aman untuk membangun terowongan tanpa mengganggu objek arkeologis yang mungkin terkubur disana.

"Masalahnya hanya ada pada pintu masuk dan keluar terowongan, dan di sepanjang sambungan jalan yang mungkin berdampak terhadap temuan arkeologis," ujar Lievers. Menurutnya, sebagian besar tinggalan arkeologis di Stonehenge terkubur tak jauh dari permukaan, sementara terowongan tersebut akan digali pada kedalaman yang lebih jauh.(*)

Related Articles
Current Issues
Ilmuwan Pecahkan Misteri Telur Hias Berusia 5.000 Tahun di British Museum

Current Issues
Pangeran Philip Wafat, Joe Biden Hingga Jokowi Sampaikan Bela Sungkawa

Current Issues
Tim Bulu Tangkis Indonesia Dipaksa Mundur dari All England, Begini Kronologinya