Current Issues

Kapan Harus Pakai Masker Dobel? Metode Lain Apa Lagi yang Recomended?

Dwiwa

Posted on February 13th 2021

 

Dalam mencegah Covid-19, penerapan protokol kesehatan masih menjadi cara yang paling efektif. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjauhi kerumunan akan menurunkan risiko tertular Covid-19.

Kita juga tahu jika bermacam-macam jenis masker yang dijual berfungsi untuk melindungi pengguna dan orang-orang di sekitarnya. Terbaru, sebuah penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengungkap jika penggunaan masker ganda lebih efektif.

Meski begitu, tidak berarti jika memakai masker ganda cocok untuk semua orang loh. Bahkan mungkin jika satu masker yang pas di wajah juga sama efektifnya. Lalu bagaimana cara mencari tahu mana yang paling pas untuk kita?

Dilansir dari Business Insider, penelitian yang baru-baru ini dirilis oleh CDC menemukan bahwa memakai masker kain di atas masker bedah dapat memblokir 92,5 persen partikel yang dihasilkan saat batuk. Stephen Morse, profesor epidemiologi di Columbia University Medical Center mengatakan strategi ini lebih nyaman daripada satu masker. Sebab, ini membantu mencegah bagian dalam menempel di wajahnya saat bernapas.

Tetapi masker ganda tidak selalu nyaman untuk digunakan. Menurut Morse, jika kalian merasa tidak nyaman dengan masker ganda, jangan dipaksakan. Apalagi jika saat memakai masker ganda jadi kesulitan bernapas sehingga pemakaian masker kurang tepat, perlindungan yang diberikan bisa lebih buruk dari satu masker.

Masker yang pas harus bisa menutup sekitar hidung dan mulut dengan rapat tanpa ada celah agar droplet yang dihasilkan dari sistem pernapasan tidak bisa keluar masuk.

Studi CDC juga menemukan bahwa satu masker medis bisa lebih pas dengan cara mengikat bagian ujungnya dan menyelipkan kain ke bagian dalam sehingga lebih rapat menutup wajah. Cara ini hampir sama efektifnya dengan masker ganda.

Satu masker mungkin juga cukup dalam situasi tertentu. Misalnya saat bersepeda sendirian di lingkungan yang sepi, tentu cukup aman dengan satu masker dibanding saat mengantri di toko bahan makanan yang ramai.

Lalu jika ingin memakai masker ganda, jenis masker apa yang cocok? Masker kain di atas masker bedah adalah strategi yang sudah terbukti menurunkan risiko penularan virus corona. Tetapi kombinasi yang lain mungkin juga bekerja dengan baik.

Misalnya, ahli penyakit menular kenamaan Amerika Serikat dr Anthony Fauci telah mendemonstrasikan dengan menggunakan dua masker lain, mengatakan itu membuatnya lebih kencang dan nyaman.

Bisa juga dengan meniru apa yang disebut masker "hibrida". Yakni dengan mengombinasikan dua lapisan kain katun yang dipasangkan dengan bahan lain seperti sutra, sifon, atau flanel. Menurut penelitian pada April lalu, masker seperti ini dapat menyaring setidaknya 94 persen partikel kecil. Dan, setidaknya 96 persen partikel besar.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa masker kain tiga lapis efektif karena tiga hal. Pertama lapisan dalam yang menyerap, lapisan tengah menyaring, dan lapisan luar yang terbuat dari bahan non-penyerap seperti poliester.

Tetapi tentu saja memakai masker tidak memiliki kekuatan sehebat itu dalam menangkis virus. Jangan biarkan ini memberikan rasa aman palsu. Jadi tetap selalu menerapkan seluruh protokol kesehatan dengan ketat dan jangan hanya bergantung pada satu metode pencegahan saja ya.(*)

Related Articles
Current Issues
Varian Virus Corona B117 Sudah di Indonesia, Bagaimana Agar Tidak Tertular?

Current Issues
Marah Diingatkan karena Gak Pakai Masker? Mungkin Orang itu Mengalami Hal ini...

Current Issues
Lagi Ngetren Kalung Tali Masker, Aman Nggak Sih?