Current Issues

Enak Banget, Spotify Tawarkan Pegawainya Kerja Remote dengan Gaji Utuh

Ahmad Redho Nugraha

Posted on February 13th 2021

Spotify menyusul perusahaan teknologi lain dalam memperpanjang work from home alias kerja dari rumah. Pada Jumat (12/2) lalu, Spotify mengatakan jika program WFH terbaru mereka akan membiarkan 6.550 orang karyawan mereka di seluruh dunia memilih dengan bebas di mana mereka ingin bekerja. Boleh di kantor, di rumah, maupun di coworking space yang biaya sewanya akan dibayarkan oleh perusahaan.

Para ekskutif Spotify mengatakan jika pola kerja seperti ini akan menjadi model kerja mereka di masa mendatang. Spotify tentu bukan perusahaan pertama yang beralih ke sistem kerja remote permanen sejak pandemi Covid-19 bermula. Di Facebook, pekerja yang berpengalaman diperbolehkan bekerja di rumah jika manajernya memperbolehkan demikian.

Lain pula di Twitter. CEO Twitter Jack Dorsey mengirimkan surel kepada para pekerjanya, mengatakan jika mereka dapat memilih untuk bekera di kantor untuk memenuhi fungsi pekerjaan mereka, atau memilih untuk bekerja secara remote.

Meski para pegawainya tidak diwajibkan ngantor, Spotify mengatakan jika mereka akan tetap membayarkan gaji para pegawainya sesuai standar San-Franscisco atau New York untuk para pekerja mereka. Hal ini berbeda dengan Twitter yang memotong gaji pegawai mereka yang memilih bekerja secara remote.

Selain kebijakan baru tersebut Spotify juga akan mendesain ulang beberapa kantor mereka untuk mengakomodasi selera para pegawai mereka yang lebih membutuhkan tempat tenang.

Travis Robinson, kepala bagian diversity, inclusion, and belonging Spotify mengungkapkan jika mereka akan membantu para pegawai memperoleh work-life balance dan kebahagiaan bekerja untuk Spotify. Dia juga mengatakan jika Spotify akan menarik pekerja dari latar belakang asal manapun.

"Kebanyakan kantor kami bertempat di kota besar seperti New York, London, dan Stockholm. Tapi kami sadar jika pindah dan tinggal di kota-kota ini bukanlah pilihan yang selalu realistis atau menarik bagi calon pegawai kami," ujar Robinson.

Robinson juga mengungkapkan jika ini adalah masa yang tepat untuk menghapuskan anggapan bahwa kota-kota besar adalah satu-satunya tempat di mana pekerjaan yang berarti dapat dilakukan. Spotify berusaha mengeradikasi semua ketidaksetaraan dalam lingkungan kerja mereka, termasuk dalam pengupahan yang di beberapa bidang perusahaan lain, tak jarang bersifat diskriminatif.(*)

Related Articles
Tech
Twingate, Solusi Pengganti VPN Bagi Karyawan Kantoran

Tech
Twitter Berlakukan WFH Permanen untuk Karyawannya

Current Issues
Sepanjang 2020 Kasus Pemblokiran Internet di Dunia Naik 49 Persen, Kok Bisa?