Interest

Paboco dan Coca-Cola Kolaborasi Uji Coba Botol Kertas Pertama ke Pasaran

Jingga Irawan

Posted on February 13th 2021

Coca Cola AdeZ (Foto oleh BBC)

Coca-Cola bakal menguji botol kertas sebagai bagian dari upaya untuk mengganti kemasan plastik yang tidak ramah lingkungan. Botol yang masih dalam tahap prototipe itu dibuat oleh perusahaan asal Denmark. Bahannya sendiri terbuat dari cangkang kertas ekstra tebal. Namun, di dalamnya masih disokong oleh lapisan plastik tipis.

Secara khusus, langkah ini bertujuan menghadirkan botol bebas plastik 100 persen, yang dapat didaur ulang namun tetap menjaga isi minuman agar tidak terjadi kebocoran. Uji coba ini juga harus dipastikan bahwa tidak ada serat bahan botol yang mengelupas sehingga merusak rasa maupun kualitas minuman.

Jika bahan botol tidak dipastikan dengan baik, minuman dapat berisiko berubah rasa dan berpotensi melanggar aturan pemeriksaan keamanan konsumsi serta kesehatan. Perusahaan asal Denmark yang diajak kolaborasi oleh Coca Cola ini adalah Paboco.

Menurut Paboco, tantangan tambahannya dalam memproduksi botol berbahan kertas adalah menciptakan struktur bahan kemasan yang mampu menahan tekanan minuman bersoda. Di sisi lain, kertas harus dapat dicetak untuk membuat bentuk dan ukuran botol yang berbeda. Secara bersamaan, kertas juga harus bisa menyerap cetakan tinta untuk label minuman.

Setelah lebih dari tujuh tahun meneliti kemasan kertas, Paboco siap menjadi perusahaan yang melakukan uji coba ke pasaran. Uji coba itu dilakukan dengan mendistribusikan produk minuman buah Coca-Cola, Adez di Hungaria musim panas ini. Rencananya, percobaan ini dimulai dengan 2.000 botol yang di distribusikan pada toko lokal.

Selain Coca-Cola, Paboco juga bermitra dengan perusahaan minuman lain seperti Absolut -produk vodka- yang bakal menguji 2.000 botol kertas miliknya di Inggris dan Swedia pada produk minuman raspberry. Disusul oleh perusahaan bir Carlsberg juga membuat prototipe botol bir kertas.

Uji coba Coca-Cola dan Absolut akan menjadi uji lapangan pertama yang dapat membuktikan apakah teknologi Paboco dapat bertahan dalam pengiriman transportasi makanan yang sulit dan tidak stabil. "Anda perlu menguji ke dunia nyata itu dan Anda perlu mendapatkan tanggapan dari dunia nyata itu," kata Michael Michelsen, Manajer Komersial Paboco, dikutip dari BBC, Sabtu, (13/2).

Ke depannya Coca-Cola memang akan menghilangkan kadar plastik di dalam kertasnya. Tantangan besar yang mereka hadapi adalah kertas tidak bisa bersentuhan langsung dengan air. Rencananya Coca-Cola coba menggunakan pelapis nabati di bagian dalam botol.

"Kami memiliki beberapa opsi berbeda. Kami memiliki jalur teknologi yang cukup banyak dipilih, tetapi itu adalah sesuatu yang pasti kami perlukan untuk uji coba dan prototipe,” lanjut Michelsen.

Coca-Cola telah menetapkan tujuan untuk menghasilkan nol limbah pada 2030. Tahun lalu, perusahaan tersebut menduduki peringkat pencemaran plastik nomor satu di dunia, menurut lembaga Break Free From Plastic. Sementara, di urutan selanjutnya terdapat Pepsi dan Nestle yang juga menggunakan plastik sebagai kemasan.(*)

Related Articles
Interest
Banyak Perusahaan Salah Menyiasati Produknya Agar Tampak Ramah Lingkungan

Interest
Twitter: 1.622 Tweet Rasis Terjadi Selama EURO 2020

Interest
Hadapi Pandemi Covid-19, Begini Cara 8 Masjid Besar Dunia Beradaptasi