Current Issues

Software Denmark Ini Bisa Prediksi Tingkat Risiko Kematian Pasien Covid-19

Jingga Irawan

Posted on February 11th 2021

Pandemi Covid-19 ini membuat sejumlah pakar terus berlomba melakukan penelitian. Tujuan mereka tentu hanya satu, agar pandemi ini bisa segera teratasi. Hal ini juga yang dilakukan sekelompok tim tim peneliti dari Denmark.

Mereka baru saja membuat sebuah software dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang diklaim dapat memprediksi tingkat risiko kematian pada pasien Covid-19. Akurasinya disebut sebesar 90 persen.

Dilansir dari New York Post, penelitian itu berfokus pada data riwayat penyakit yang sebelumnya diderita pasien. Mereka juga menemukan bahwa indeks massa tubuh atau BMI, usia, tekanan darah tinggi, dan jenis kelamin laki-laki adalah faktor yang paling mempengaruhi risiko tertinggi.

Software ini bisa membantu penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit. Pihak rumah sakit bisa dengan cepat memutuskan pasien membutuhkan alat bantu pernapasan atau tidak. Hal ini perlu karena di beberapa rumah sakti alat bantu pernafasan sangat terbatas jumlahnya seiring dengan meningkatnya jumlah pasien.

Berdasarkan urutan prioritas, kondisi yang paling diutamakan untuk penggunaan alat pernapasan setelah terinfeksi Covid-19 adalah BMI, usia, tekanan darah tinggi, jenis kelamin laki-laki, penyakit saraf, penyakit paru obstruktif kronik, asma, diabetes, dan penyakit jantung.

"Kami mulai mengerjakan model untuk membantu rumah sakit, karena selama gelombang pertama, mereka takut tidak memiliki cukup respirator untuk pasien perawatan intensif,” kata Profesor Mads Nielsen, tim peneliti dari Departemen Ilmu Komputer Universitas Kopenhagen.

Hasil penelitian tim tersebut menunjukkan bahwa usia dan BMI adalah parameter paling menentukan seberapa parah seseorang bakal terpapar Covid-19. Selain itu faktor jenis kelamin, tekanan darah tinggi dan riwayat penyakit saraf juga jadi faktor menentukan apakah pasien itu wajib diberikan respirator atau tidak..

Penelitian ini telah diujicobakan pada 3.944 pasien Covid-19 di Denmark. Bahkan, baru-baru ini temuan baru dari kelompok penelitian tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi dengan cermat siapa yang lebih membutuhkan vaksin.

"Bagi mereka yang dipengaruhi oleh satu atau lebih dari faktor dan parameter ini, kami telah menemukan bahwa mungkin masuk akal untuk mengutamakannya mereka dalam antrian vaksinasi. Agar mereka terhindar dari risiko terinfeksi," kata Nielsen.

Nielsen menegaskan, analisis dari software itu tidak dapat menggantikan penilaian dokter. Namun setidaknya bisa sangat membantu tenaga medis dan rumah sakit dalam menangani banyaknya pasien yang terinfeksi Covid-19 dengan kondisi parah.(*)

Artikel Terkait
Current Issues
Ilmuwan Manfaatkan AI untuk Deteksi Pasien Covid-19 yang Butuh Ventilator

Interest
Alibaba Klaim AI System Mereka Sanggup Deteksi Corona

Current Issues
Inovatif, Peneliti Buat "Komputer Covid" untuk Percepat Diagnosis